Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Wednesday,20-November-2019
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
PENELITIAN RANU BETHOK

PENELITIAN RANU BETHOK

 

Dari tanggal 14 – 25 Mei 2010, Balai Arkeologi Yogyakarta melanjutkan penelitian tentang “Permukiman Masa Lampau di Kawasan Danau”. Penelitian kali ini dikonsentrasikan pada Kawasan Ranu Bethok, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian kali ini dilakukan di  kawasan ranu atau danau yang telah mengalami proses kekeringan. Kami mempunyai hipotesis bahwa danau yang sekarang telah mengalami proses pengeringan seperti Ranu Bethok pada waktu dahulu juga merupakan kawasan permukiman, seperti halnya danau-danau lain yang masih memiliki volume atau debit air yang cukup siknifikan seperti misalnya Ranu Klakah, Ranu Gedang, dan Ranu Segaran.

Atas dasar hipotesis tersebut, maka data yang akan dicari dalam penelitian ini adalah beberapa indikator permukiman baik yang bersifat artefaktual ataupun non artefak seperti misalnya kondisi lingkungannya. Dari hasil survei dapat diketahui bahwa secara artefaktual ditemukan bukti-bukti seperti yang pernah ditemukan pada penelitian di kawasan tiga danau sebelumnya, yaitu beliung persegi, fragmen tungku, lumpang batu dan lumpang kayu, pipisan-gandhik, dan mata tombak, serta makam tua yang secara artefaktual dapat dikaitkan dengan kehidupan manusia. Sedangkan data non artefaktual antara lain toponimi, sumber mata air, lansekap dan lingkungan, serta data etnografi.

Penelitian arkeologi yang dipimpin oleh Drs. H. Gunadi, M.Hum. secara garis besar dapat membuktikan hipotesis yang diajukannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa Kawasan Ranu Bethok dahulu merupakan kawasan permukiman masa lampau. Adapun pola permukiman masa lampau di kawasan ranu atau danau mengikuti lansekap yang ada terutama pada areal yang relatif datar, dekat dengan sumber air, tanah pertanian, dan dekat dengan danau. Untuk kawasan Ranu bethok, lokasi yang paling ideal adalah kawasan Pao Taber. Dari hasil wawancara dengan beberapa narasumber kawasan Pao Taber memang diyakini sebagai tempat tinggal Buju Gridin. Seseorang tokoh supranatural yang diyakini sebagai cikal-bakal atau penghuni pertama kawasan Pao Taber.

Kawasan Pao Taber saat ini sudah tidak dijadikan lahan permukiman, karena lokasi tersebut merupakan jalur lahar yang dikeluarkan oleh Gunung Lamongan saat aktif sebagai gunung berapi. Kapan Pao Taber mulai ditinggalkan oleh penghuninya tidak ada yang ingat lagi, walaupun mereka mengaku bahwa Blok Bethok dan Blok Gentengah merupakan kawasan permukiman yang lebih kemudian dibanding dengan kawasan Pao Taber.

LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: