Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Friday,23-August-2019
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
PENELITIAN BENTENG VASTENBURG, SURAKARTA

PENELITIAN BENTENG VASTENBURG, SURAKARTA

 

Pada bulan Mei 2010, Balai Arkeologi Yogyakarta telah melakukan penelitian tentang Benteng Vastenburg Di Kota Surakarta: Pengelolaan Sumberdaya Budaya Di Masa Mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui pengelolaan dan pengembangan yang paling sesuai terhadap bangunan Benteng Vastenburg di masa kini dan masa yang akan datang, serta siapa saja yang terlibat dalam pengembangan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama 10 hari, yaitu mulai dari tanggal 5 s.d. 14 Mei 2010 dan dilaksanakan oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Drs. Muhammad Chawari, M.Hum dengan susunan tim selengkapnya adalah sebagai berikut: Drs. Muhammad Chawari, M.Hum, Dra. Novida Abbas, MA, Drs. Sambung Widodo, Adji Satrio, Z. Dekon Suyanto, Mujiyana, dan Sadiman.

Penelitian ini dilakukan melalui survei dan wawancara. Telah dilakukan survei terhadap bangunan-bangunan kolonial di sekitar benteng Vastenburg, yaitu: gereja yang terletak di Jl. Jenderal Sudirman sekarang untuk Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB), perkantoran yang terletak di Jl. Jenderal Sudirman sekarang untuk Bank Indonesia (BI), asrama militer yang terletak di Jl. Mayor Sunaryo sekarang untuk Benteng Trade Center (BTC), asrama militer yang terletak di Jl. Mayor Sunaryo sekarang untuk Pusat Grosir Solo (PGS), asrama militer yang terletak di Jl. Mayor Sunaryo sekarang untuk Kantor Kopama (Koperasi Empat Lima) dan Kantor Dewan Harian Cabang Kota Surakarta, asrama militer yang terletak di Jl. Mayor Sunaryo sekarang untuk rumah tinggal penjaga benteng, dan gereja yang terletak di Jl. Demangan sekarang berfungsi sebagai Gereja Kristen Indonesia (GKI). Selain itu, telah dilakukan wawancara terhadap beberapa kelompok yang terdiri atas :

-    Kelompok Akademisi meliputi guru SMA, dosen arsitektur, dan dosen sejarah.

-    Kelompok Birokrasi meliputi BAPPEDA, Dinas Tata Ruang Kota, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga.

-    Kelompok Dunia Usaha meliputi pedagang souvenir, Human Resources Koordinator Hotel Novotel, Direktur Mandira Tours & Travel, pedagang batik, dan pegawai CAKRA Home Stay.

-    Kelompok LSM dan Jasa meliputi tukang parkir, Sekretaris Solo Heritage Community (SHC), tenaga keamanan Benteng Vastenburg, Ketua RW. 7, Kelurahan Kedung Lumbu, dan seorang jurnalis.

Dari hasil wawancara diketahui bahwa seluruh nara sumber menginginkan agar benteng Vastenburg tetap dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Sementara yang terkait dengan pemanfaatan, sebagian besar responden berpendapat bahwa tidak setuju jika di dalam benteng didirikan hotel – apalagi hotel berbintang dengan tingkat 18. Para responden menginginkan agar benteng ini dapat difungsikan untuk berbagai kepentingan, baik museum, tempat bermain, tempat penjualan souvenir, juga difungsikan yang erat kaitannya dengan pendidikan siswa-siswa sekolah mulai dari tingkat bawah (TK) hingga tingkat lanjut (SMA).

Berdasarkan atas hasil wawancara terhadap berbagai kelompok yang ada di Kota Surakarta dapat dikatakan bahwa terdapat sebuah permasalahan yang cukup penting yaitu berkaitan dengan status kepemilikan objek. Khusus untuk status dan kepemilikan objek, di dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya pada bab III pasal 4 ayat 1 disebutkan bahwa “semua benda cagar budaya dikuasai oleh negara”. Akan tetapi kenyataannya, benteng Vastenburg tersebut hingga saat telah menjadi milik perorangan. Seluruh objek (benteng dan lingkungannya) telah memilik bukti kepemilikan perorangan secara syah. Hal ini yang menimbulkan pro dan kontra secara meluas di kalangan masyarakat Surakarta. Agar masalah ini tidak berlarut-larut, perlu adanya penyelesaian secara adil, damai, dan tanpa merugikan pihak-pihak yang bermasalah. Selain itu dengan adanya permasalahan kepemilikan benteng Vastenburg, objek tersebut tidak dapat dimanfaatkan. Dengan keadaan yang demikian itu, dewasa ini benteng Vastenburg dan lingkungannya tidak terurus sehingga kelihatan kumuh. Apalagi benteng ini terletak di pusat kota Solo.

LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: