Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Friday,23-August-2019
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
PENELITIAN ETNOARKEOLOGI DESA-DESA NELAYAN DI JAWA TIMUR

PENELITIAN ETNOARKEOLOGI DESA-DESA NELAYAN DI JAWA TIMUR

 

Pada tanggal 16 – 27 Juni 2010, Balai Arkeologi melakukan penelitian etnoarkeologi mengenai Kehidupan Nelayan Masa Majapahit di Daerah Aliran Sungai dan Pantai Utara Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kehidupan nelayan tradisional, sebagai bahan analogi untuk merekonstruksi kehidupan nelayan pada masa Majapahit. Sasaran penelitian ini adalah nelayan tradisional pencari ikan, nelayan penambangan (penyeberangan), dan nelayan pelaut-pedagang. Penelitian yang dipimpin oleh T.M Hari Lelono ini, beranggotakan beberapa peneliti antara lain adalah T.M. Rita Istari, Sugeng Riyanto dan Putri Novita Taniardi. Selain itu penelitian juga dibantu oleh beberapa teknisi, yaitu Jiono, Eko Darmawan, Widiyanto dan Fery. Penelitian dilakukan pada beberapa komunitas nelayan di Desa Mojoagung, Kecamatan Bungah dan Desa Campurejo, Kecamatan Panceng yang termasuk dalam wilayah administrative Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Hasil penelitian secara umum adalah pemahaman mengenai masyarakat tradisional mengenai teknologi pembuatan perahu beserta komponen-komponennya, istilah (terminology tradisional mengenai bagian-bagian perahu dan cara berlayar tradisional. Nelayan tradisonal pencari ikan masih dapat dijumpai di Desa Campurejo, nelayan penyeberangan masih bertahan di Desa Mojopuro Wetan dan Mojopuro Gede, sedangkan nelayan pelaut-pedagang dulu (sudah punah) berpangkalan di Dusun Plampang, Desa Mojopuro Gede. Pada masyarakat nelayan pencari ikan dapat diketahui jenis-jenis peralatan (jaring) untuk mencari tangkapan yang berbeda-beda, terminology tradisional jenis tangkapan, dan waktu melaut. Pada masyarakat nelayan penyeberangan dapat diketahui jenis perahu penyeberang, teknik dan cara menyeberangkan, dan hubungan antar desa-desa yang dilayani oleh jasa penyeberangan ini. Sedangkan pada masyarakat nelayan pelaut-pedagang yang telah punah sejak tahun 1970-an, dapat diketahui teknik pengemasan barang dagangan di dalam kapal, komoditas perdagangan, dan hubungan antar pulau (Jawa-Kalimantan-Sulawesi). Dulu, barang-barang dagangan kering (kelontong) di bawa dari Pulau Jawa, yang kemudian ditukar dengan bermacam-macam kayu dan hasil hutan lainnya dari Pulau Kalimantan.

Penelitian mengenai masyarakat nelayan tradisional di Indonesia masih sangat sedikit dilakukan, padahal masih besar peluang dilakukan penelitian tersebut. Prospek penelitian masyarakat nelayan tradisional di Jawa Timur ini adalah untuk mengungkap lebih dalam lagi budaya maritim yang merupakan jati diri bangsa Indonesia.

LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: