Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Monday,27-May-2019
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
PENELITIAN PRASEJARAH AUSTRONESIA DI JAWA TIMUR

PENELITIAN PRASEJARAH AUSTRONESIA DI JAWA TIMUR

 

Pada tanggal 3 s/d 14 Juni 2010, Balai Arkeologi Yogyakarta telah melakukan penelitian Melacak Jejak Awal Migrasi-Kolonisasi Masyarakat Penutur Bahasa Austronesia di Jawa. Penelitian tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian sebelumnya pada tahun 2009 yang menemukan beberapa situs permukiman neolitik di Banyuwangi selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami proses awal migrasi-kolonisasi nenek moyang masyarakat Jawa, meliputi kapan, dari mana dan bagaimana mereka datang serta kemudian berkembang di Pulau Jawa. Penelitian ini dipimpin oleh Priyatno Hadi Sulistyarto, yang didampingi oleh Gunadi Kasnowiharjo, Indah Asikin Nurani, Alifah, Putri Novita Taniardi, Bakrun, Badawi, Sukarman, Ngadimin dan Sofwan Noerwidi.

Penelitian ini merupakan ekskavasi, yang dilakukan di Situs Sukobumi (Afdeling Pegundangan) dan Situs Kendenglembu (Afdeling Besaran) di wilayah perkebunan karet PTPN XII Kendenglembu dan Kalirejo. Pada penelitian ini telah berhasil diperoleh mengenai bukti awal kolonisasi masyarakat penutur bahasa Austonesia di Jawa Bagian Timur. Bukti-bukti tersebut adalah sisa-sisa aktifitas perbengkelan alat batu neolitik yang meliputi: bahan baku, tatal (limbah) pembuatan alat batu, batu pukul dan calon beliung persegi yang gagal. Selain itu juga ditemukan sisa-sisa arang yang akan digunakan untuk analisis pertanggalan guna menentukan kronologi berkembangnya budaya tersebut.

Lapisan budaya neolitik di Situs Sukobumi, saat ini hanya berkisar mencapai kedalaman 60 cm. Hal ini disebabkan oleh kondisi situs tersebut yang telah sangat mengalami erosi tingkat lanjut, sehingga menyebabkan di situs ini tidak dijumpai lapisan budaya Majapahit dari masa sejarah, seperti halnya yang terjadi di Situs Kendenglembu. Namun demikian, di bagian barat dari lokasi penelitian, menurut cerita masyarakat dulu pernah ditemukan sisa-sisa kubur megalitik dengan bekal kubur berupa manic-manik dan barang-barang logam lainnya.

Di sela-sela penelitian, tim diundang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Banyuwangi untuk mensosialisasikan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dewan Kesenian Blambangan, Masyarakat Sejarawan Indonesia Komisi Daerah Banyuwangi dan Pers. Setelah dilakukan sosialisasi ini, masyarakat semakin memahami arti penting situs-situs permukiman neolitik di Banyuwangi Selatan, khususnya bagi jati diri masyarakat Banyuwangi. Prospek di masa yang akan datang agar penelitian mengenai prasejarah dan awal migrasi-kolonisasi masyarakat penutur bahasa Austronesia lebih ditingkatkan di Indonesia, mengingat signifikansinya bagi pembentukan karakter dan jati diri bangsa.

LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: