Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Saturday,17-November-2018
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30  
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
HASIL PENELITIAN MUTAKHIR SITUS TONDOWONGSO



Kerangka bahasan penelitian situs Tondowongso adalah keberadaan bangunan bata masa Hindu-Buddha yang diduga berasal dari masa Kadiri, sekitar abad ke-12 M. Bentuk dan tata ruang, aspek arsitektural, ikonografi dan gaya seni, aspek teknologi, aspek lingkungan pendukung, serta aspek pengelolaan dan pemanfaatannya adalah fokus dari penelitian ini. Area utama lokasi penelitian meliputi dua dusun, yaitu Dusun Tondowongso dan Dusun Sumberpetung dan keduanya termasuk dalam wilayah Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Selain itu, pengembangan penelitian melalui survei meliputi beberapa kecamatan di Kabupaten Kediri, guna menempatkan situs ini dalam skala yang lebih luas namun dalam sebuah kerangka sejarah dan budaya yang sama

Pada prinsipnya, penelitian tahap III yang dilaksanakan pada ulan Oktober 2010 ini tidak terlepas dari penelitian tahap II dan kerangka besar penelitian situs Tondowongso. Oleh karena itu, hasil penelitian tahap II, tahap I, serta hasil “pengupasan” oleh BP3 menjadi bagian paling penting dalam rancangan penelitian ini. Penelitian tahap II yang dilaksanakan tahun 2009, difokuskan pada identifikasi luas tembok keliling situs, luas pagar gugus bangunan candi, serta gambaran potensi data arkeologi di sekitar situs. Gambaran hasil penelitian tersebut adalah sebagai berikut (Riyanto, 2009).

Berangkat dari latar belakang tersebut, maka secara umum fokus penelitian berkisar pada tiga, hal yaitu pagar kompleks, pagar gugus bangunan, gugus bangunan, serta keterkaitan dengan sumberdaya arkeologi di sekiarnya, khususnya Candi Gurah dan situs Sumber Cangkring.

Hasil Penelitian
  1. Luas dan bentuk tembok keliling situs: secara tegas hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tembok keliling situs tidak sebesar yang diduga oleh BP3 Trowulan. Salah satu titik ekskavasi di sisi selatan tembok menunjukkan struktur yang berbelok kea rah utara diantara sudut tenggara dan titik yang diduga oleh BP3 Trowulan sebagai sudut. Hal ini menunjukkan bahwa setidaknya luas tembok kompleks situs Tondowongso sekitar 60%, khususnya dari dimensi lebarnya. Sementara itu untuk sisi utara belum dapat diketahui karena lahan situs yang sulit untuk digali, yaitu berupa lapisan lahar sedalam kira-kira 3 – 5 meter. Namun berdasarkan temuan hasil ekskavasi tersebut setidaknya memberikan informasi baru tentang perkiraan luas, yaitu sekitar 60% dari perkiraan luas yang diduga sebelumnya. Dari segi bentuk dapat dipastikan bahwa tembok keliling situs Tondowongso berdenang persegi panjang dengan tebal tembok terdiri atas 3 ukuran, yaitu: 1) tembok utama seteba 170 cm, 2) tembok sekunder setebal  130 cm, dan tembok gugus setebal 90 cm.
  2. Luas dan bentuk tembok atau pagar gugus bangunan candi dapat dipastikan tidak sama dengan bentuk dan luas yang diduga oleh BP3 Trowulan, yaitu berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sekitar 24 x 24 m. Hasil ekskavasi menunjukkan bahwa sisi selatan pagar gugus bangunan candi tidak berhenti pada panjang 24 meter, namun berlanjut hingga menempel di tembok kompleks (pagar utama sisi timur). Artinya, pagar gugus bangunan candi berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 24 x 30 meter
  3. Bentuk dan tata ruang bangunan candi secara keseluruhan belum dapat diketahui detil dan aspek-aspek arsitekturalnya, baik aspe teknis, style, dekoratif, simbolik, dsb. Namun, informasi umum yang sudah diperoleh antara lain adalah: 1) gerbang atau gapura gugus bangunan candi berada di sisi barat; 2) terdapat tiga bangunan perwara di timur gapura; 3) bentuk bangunan induk diperkirakan berdenah bujur sangkar dengan ukuran 8 x 8 meter; 4) terdapat detil konstruksi yang rumit, setidaknya di titik ekskavasi, yaitu di sudut tenggara (bagian belakang sebelah kiri bangunan induk)
  4. Situs Tondowongso ternyata tidak sendirian, baik dalam skala meso maupun makro. Dalam skala meso, terdapat setidaknya 2 situs yang diduga kuat terkait dengan situs ini, yaitu situs Gurah dan situs Gapura, kedunya berjarak kurang dari 500 meter dari situs Tondowongso. Dalam skala makro, setidaknya terdapat beberapa situs yang berdasarkan bahan maupun konstruksi bangunan bata diduga juga terkait dengan situs Tondowongso, yaitu situs Sumber Cangkring (Kecamatan Gayam) dan situs Semen (Kecamatan Pagu).

Kerangka Jangka Panjang

Situs Tondowongso adalah situs yang relative baru (ditemukan tahun 2007) dengan potensi akademik yang sangat besar, sebagai salah satu entry point untuk mengungkap peradaban adiluhung Nusantara masa Kadiri yang memang masih terlampau banyak diliputi misteri. Namun besarnya potensi akademik ternyata berbanding lurus dengan besarnya permasalahan teknis maupun non-teknis. Permasalahan teknis khususnya berkaitan dengan luasnya area situs (sekitar 5000 meter2) serta materi berupa lapisan lahar setebal antara 3 – 5 meter. Permasalahan non teknis khususnya berkaitan dengan keleluasaan dalam penempatan lokasi ekskavasi. Meskipun area inti sudah dibebaskan oleh Pemkab Kediri, namun area situs secara meso ternyata lebih, sehingga diperlukan berbagai pendekatan dengan pemilik lahan yang dalam prosesnya sangat memakan banyak waktu.

Sehubungan dengan hal tersebut, tujuan besar penelitian (goal action) penelitian ini untuk: 1) mengungkap seluk beluk situs Tondowongso beserta kaitannya dengan situs-situs secara meso maupun secara makro; 2) menyusun kerangka pengelolaan dalam kaitannya dengan pengembangan sector akademik, sector pendidikan, maupun sector kepariwisataan. Tujuan besar ini mustahil dicapai dalam jangkauan waktu penelitian yang pendek, sehingga dterapkan strategi pentahapan hingga setidaknya tahun 2014. (sgg)

Foto lokasi ekskavasi

Foto pagar kompleks

Foto pagar gugus bangunan candi

LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: