Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Monday,27-May-2019
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
RANGKA MANUSIA SITUS KUBUR KUNA BINANGUN DAN LERAN REMBANG, JAWA TENGAH

Kegiatan penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta di situs kubur kuna Leran pada tanggal 24-31 Juli 2013 merupakan kegiatan penelitian dan penyelamatan, yang merupakan kelanjutan dari kegiatan pada bulan November-Desember 2012 dan Januari 2013. Seperti telah disebutkan pada penelitian sebelumnya, penelitian di situs ini memiliki urgensi untuk menyelamatkan rangka-rangka kuna yang terancam oleh abrasi pantai utara yang disebebkan oleh ombak tinggi laut Jawa. Penelitian ini dipimpin oleh Gunadi Kasnowiharjo, dengan anggota tim Siswanto, Sofwan Noerwidi, Hadi Sunaryo, dan Jiana. Selain kegiatan penelitian di situs Leran, kegiatan penyelamatan juga dilakukan di situs Binangun, pada lokasi BNG TP.1 dengan temuan individu Binangun 1. Penyelamatan di situs Binangun dilakukan karena rangka tersebut terancam kelestariannya yang disebabkan oleh faktor manusia. Beberapa waktu sebelum dilakukan penelitian ini diketahui berdasarkan laporan masyarakat yang diteruskan kepada pihak kepolisian bahwa telah terjadi aktifitas vandalisme oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan cara memecahkan kaca display BNG TP.1 dan menghancurkan tengkorak rangka Binangun 1. Kegiatan penyelamatan ini bertujuan untuk mengumpulkan sisa-sisa rangka tersebut yang masih bisa diamankan untuk kegiatan penelitian dan pelestarian selanjutnya. Pada saat dilakukan penyelamatan di situs Binangun, diketahui bahwa lokasi display rangka di TP.1 telah ditimbun dengan tanah dan dibuat seperti “makam Islam” lengkap dengan dua buah nisan disebelah utara dan selatan. Sehingga, perlu dilakukan ekskavasi ulang sedalam kira-kira 50 cm untuk menjangkau posisi rangka. Pada saat ditemukan, seluruh bagian rangka ditutup dengan kain putih (mori) dan ditaburi berbagai macam bunga. Nampaknya masyarakat memperlakukan secara khusus rangka tersebut, sebelum dimakamkan kembali. Hal ini juga nampak pada pemberian nama “Sekar Arum” pada bagian nisan sisi utara. Bagian anatomi yang masih bisa diidentifikasi dan diselamatkan adalah; fragmen cranium dan post-cranium. Cranium rangka Binangun 1 telah hancur berkeping-keping dan sulit untuk diidentifikasi. Padahal pada saat ditemukan, bentuknya masih utuh. Gigi-geliginya sebagian besar telah lepas dari alveolar-nya, dan hanya 28 buah dapat ditemukan kembali. Tulang post-cranial yang dapat diselamatkan adalah fragmen epiphysis proximal dan epiphysis distal dari humerus, epiphysis proximal ulna, femur, tibia serta fibula kiri dan kanan, patella kanan, dan jari tangan. Sebagai fokus lokasi penelitian penyelamatan di situs Leran, maka penelitian ini dilakukan dengan lebih terorganisir khususnya pada system ekskavasi yang menggunakan system grid. System ini digunakan agar seluruh temuan dapat diketahui konteks dan asosiasinya antara satu dengan lainnya. Pembuatan baseline grid dilakukan dengan cara ekstensi beberapa meter ke arah selatan kotak ekskavasi LRN TP.1 yang telah digali sebelumnya, sehingga sumbu baseline grid berada di tengah-tengah lahan situs yang diperkirakan dalam jangka panjang cukup aman dari bahaya abrasi pantai. Berdasarkan pada pembuatan grid tersebut, maka diketahui bahwa kotak ekskavasi TP.1 berada pada kotak B1 U8, sehingga penamaan kotak-kotak ekskavasi selanjutnya menyesuaikan dengan system grid ini. Pada penelitian sebelumnya di Situs Leran telah berhasil mengungkap sedikitnya 11 (sebelas) rangka individu manusia. Kemudian pada penelitian kali ini berhasil menambah sejumlah 5 spesimen individu baru sekaligus menyelamatkan sisa-sisa bagian individu yang sudah teridentifikasi namun belum sempat diamankan pada kegiatan sebelumnya. Berdasarkan pada hasil analisis temuan terdahulu pada materi tersisa, dapat diketahui bahwa temuan manusia kubur Prasejarah Leran terdiri dari enam laki-laki, dua perempuan dan empat rangka yang belum dapat diketahui jenis kelaminnya (unidentified). Berdasarkan rentang usianya, dapat diketahui bahwa manusia Leran terdiri dari satu anak-anak, satu dewasa muda, tiga dewasa, tiga dewasa lanjut dan tiga individu yang belum dapat diketahui rentang usianya (unidentified). Cukup signifikannya jumlah individu yang belum dapat ditentukan jenis kelamin maupun usianya, disebabkan oleh terbatasnya materi tersisa, maupun kondisi konservasi rangka yang fragmentaris. Untuk beberapa individu yang belum dapat ditampakkan secara keseluruhan anggota-anggota anatominya karena masih terkubur dalam tanah, diharapkan dapat diungkap pada penelitian yang akan datang. Berdasarkan hasil pengukuran tulang panjang, dapat disimpulkan bahwa manusia kubur prasejarah leran memiliki perawakan tinggi badan antara 161-167 cm untuk individu laki-laki. Sedangkan untuk individu perempuan, belum dihasilkan data yang dapat mengungkap permasalahan tersebut. Berdasarkan pada perbandingan dengan tinggi badan manusia Jawa yang hidup saat ini, maka dapat diperkirakan bahwa populasi Leran memiliki kemiripan perawakan dengan manusia Jawa resen. Dengan kata lain, ada kemungkinan bahwa manusia Jawa saat ini memiliki hubungan genetis dengan manusia Leran. Penelitian dengan pendekatan genetika di masa yang akan datang, diharapkan dapat membantu untuk mengungkap hal tersebut. Selain itu, hasil analisis terhadap beberapa rangka hasil penelitian terbaru juga belum selesai dan masih dilakukan hingga saat ini. ( Softwan )

- Admin -
LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: