Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Friday,23-August-2019
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
PENELITIAN ARKEOLOGI SITUS NGURAWAN KABUPATEN MADIUN JAWA TIMUR


Hery Priswanto – Balai Arkeologi Yogyakarta

Situs Ngurawan secara adminitratif terletak di Dusun Ngrawan, Desa Dolopo, Kec. Dolopo, Kab. Madiun Jawa Timur dan secara astronomis terletak pada 070 46’ 19,4” LS – 1110 31’ 14,1” BT. Kegiatan penelitian arkeologi Situs Ngurawan dilaksanakan pada tanggal 15 – 20 Desember 2014. Penelitian Situs Ngurawan ini sebagai tindak lanjut dari hasil survei arkeologi 6 kecamatan di Kabupaten Madiun pada 24 Februari – 2 Maret 2014 mengenai “Potensi Arkeologis di Kabupaten Madiun, Jawa Timur” diperoleh informasi bahwa di Kabupaten Madiun dijumpai 13 lokasi yang mempunyai potensi tinggalan arkeologis, yang salah satunya adalah Situs Ngurawan. Berdasarkan hasil peninjauan, Situs Ngurawan dijumpai 4 (empat) titik lokasi yang mempunyai potensi tinggalan arkeologi yaitu Ngurawan I hingga Ngurawan IV.

Situs Ngurawan I dijumpai tinggalan arkeologi berupa umpak berkronogram, arca, yoni, umpak, dan kemuncak masjid. Situs Ngurawan II dijumpai tinggalan arkeologi berupa struktur bata yang masih intact terdiri dari 17 lapis bata secara vertikal dengan orientasi utara- selatan. Situs Ngurawan III merupakan kumpulan beberapa tinggalan arkeologi yang dijumpai di sekitar Situs Ngurawan yang berada di rumah juru pelihara Situs Ngurawan (Saiful Huda).  Situs Ngurawan IV atau masyarakat setempat menyebutnya kedaton dijumpai gundukan tanah (gumuk) yang diduga dijumpai struktur-struktur bata intact yang masih terpendam serta dijumpai dua buah umpak batu andesit yang berbeda ukuran.

Penelitian Situs Ngurawan melakukan ekskavasi di Sektor Ngurawan (II) dan sektor Kedaton (Ngurawan IV), berikut secara singkat hasil-hasilnya:

  • Di sektor Ngurawan (II) di buka 4 kotak gali yaitu kotak U2T1, U2T4, U3T1, dan U4T1. Hasil pembukaan kotak di sektor Ngurawan ini diperoleh informasi bahwa struktur bata yang terdiri dari 20 lapis bata diduga merupakan sebuah bangunan hidrolik (bangunan air) dengan indikator berupa bentuk bangunan dan dijumpai endapan lapisan pasir halus.


Singkapan bata hasil ekskavasi di Situs Ngurawan (sektor Ngurawan II)

  • Di sektor Kedaton (Ngurawan IV) di buka 2 kota uji (testpit) yaitu kotak U4T1 dan T1S4. Hasil pembukaan kedua kotak uji (testpit) ini diperoleh informasi bahwa sektor kedaton dijumpai indikasi sebagai lokasi hunian atau permukiman. Indikator yang menjadi petunjuk adalah dominasi temuan artefaktual berupa fragmen tembikar, terakota, dan koin. Fragmen tembikar yang ditemukan berupa wadah dan non wadah seperti fragmen periuk, genteng, dan ukel.
 

Kegiatan ekskavasi di Situs Ngurawan (sektor kedaton) yang mendapat perhatian dari masyarakat setempat



Artefaktual hasil ekskavasi Situs Ngurawan Sektor Kedaton



Beberapa rekomendasi yang dipandang perlu untuk ditindaklanjuti berdasarkan hasil penelitian di Situs Ngurawan ini yaitu:

1.    Bidang Penelitian:
  • Dipandang perlu melakukan survei arkeologi tinggalan arkeologi di Situs Ngurawan dan sekitarnya untuk memperoleh informasi mengenai keletakan dan distribusi tinggalan arkeologi berupa peta sebaran tinggalan arkeologi
  • Dipandang perlu melakukan penelitian arkeologi / ekskavasi lanjutan di Situs Ngurawan dikarenakan Situs Ngurawan mempunyai potensi tinggalan arkeologis yang masih belum terungkap pada kegiatan penelitian Situs Ngurawan tahap pertama ini.
2.    Bidang pelestarian:
  • Tantangan bagi pelestarian Situs Ngurawan di masa mendatang adalah dipandang perlu melakukan penyelamatankhususnyasektor Ngurawan (II) dengan melakukan pemagaran dan pengatapan temuan struktur bata serta pengangkatan juru pelihara situs yang akan bertugas untuk melakukan pemeliharan, perawatan dan keamanan  lokasi situs.
  • Melakukan penyimpanan tinggalan arkeologi yang telah dikumpulkan di lokasi yang representatif berupa gedung dan lemari kaca.

- Admin -
LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: