Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Monday,27-May-2019
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
PENINJAUAN TEMUAN STRUKTUR BATA KUNA DI DUSUN KEDUNGSARI DESA KEDUNGMORO KECAMATAN KUNIR KABUPATEN LUMAJANG JAWA TIMUR

PENINJAUAN TEMUAN STRUKTUR BATA KUNA

DI DUSUN KEDUNGSARI DESA KEDUNGMORO

KECAMATAN KUNIR KABUPATEN LUMAJANG JAWA TIMUR

 

Kegiatan peninjauan temuan Balai Arkeologi Yogyakarta ini merupakan tindaklanjut laporan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lumajang mengenai temuan struktur bata di Dusun Kedungsari Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir kabupaten Lumanjang. Temuan struktur bata ini. Temuan Struktur bata kuna dilaporkan pada tanggal 13 Oktober 2013 oleh masyarakat setempat yang tengah menggali tanah pekarangan untuk mendapatkan tanah liat sebagai bahan pembuatan  bata. Di lubang galian yang tidak seberapa dalam itu ia menemukan potongan-potongan batu bata kuno, beberapa relief serta arca tanah liat. Temuan tersebut oleh masyarakat setempat disebut Candi Bethari Durga (?).

Kegiatan peninjauan temuan kegiatan survei arkeologi dan ekskavasi di sekitar lokasi temuan tersebut yang memperoleh hasil dan informasi yaitu:

  1. Artefak temuan permukaan yang berasal dari sekitar struktur bata mempunyai hiasan yang halus dan bagus, beberapa teronggok di lokasi dan sebagian sudah disimpan di kantor Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Lumajang.

  • Berdasarkan hasil survei arkeologi di sekitar lokasi bahwa dijumpai beberapa tinggalan arkeologi seperti lumpang batu di Desa Dorogowok, fragmen bata kuan di Desa Kedungmoro, dan lokasi  temuan artefak logam di Desa Karanglo.

  • Berdasarkan hasil ekskavasi temuan struktur bata di Dusun Kedungsari Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir diketahui bahwa:

·  Bentuk temuan struktur bata tersebut merupakan sebuah bangunan candi berbahan bata dan berdenah persegi dengan ukuran 6,5 meter x 6,5 meter dengan tinggi 1,08 meter. Bagian bangunan candi yang masih dapat diidentifikasi adalah bagian tubuh dan kaki candi.

 

·   Karakter temuan struktur bata tersebut merupakan sebuah bangunan yang bersifat religi yaitu bangunan candi. Adanya temuan ornamen berupa relief Sangkha menjadi indikator bahwa bangunan candi tersebut berlatar belakang Hinduistis. Atribut Sangkha merupakan atribut salah satu Trimurti yaitu Wisnu. Kronologi relatif bangunan candi ini berdasarkan ornamen yang dipahatkan di hiasan antefik diduga dari masa Majapahit yaitu abad XIII – XIV Masehi.

 

  • Berkenaan dengan nama situs yang semula disebut Candi Bethari Durga perlu dilakukan koreksi. Berdasarkan lokasi temuan struktur bata ini maka penyebutan nama situs selanjutnya adalah Situs Candi Kedungsari.
  • Temuan bangunan candi berbahan bata di Situs Candi Kedungsari di Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir ini menambah aset tinggalan arkeologi di Kabupaten Lumajang. Berdasarkan data dari BPCB Trowulan sebaran tinggalan arkeologi di Kabupaten Lumajang sejumlah 96 buah yang tersebar 9 kecamatan.

 

Temuan dan keberadaan Situs Candi Kedungsari mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan di wilayah Kabupaten Lumajang sehingga dipandang perlu dilaksanakan kegiatan:

a.        Penelitian

  • Melakukan penelitian lanjutan dengan sasaran perolehan data kronologi absolut (pertanggalan) berupa carbon dating; tangga atau pintu masuk candi;  luasan Situs Candi Kedungsari; dan melacak komponen-komponen bangunan yang lain seperti pagar keliling.
  •  Melakukan survei arkeologi dan survei lingkungan fisik di Situs Candi Kedungsari dan sekitarnya.

b.        Pelestarian

·  Perlu pemagaran dan pengatapan untuk keamanan dan menghindari kerusakan temuan seluas 100 m2 di sekitar Situs Candi Kedungsari.

·         Melakukan pemeliharaan Situs Candi Kedungsari


  • Perlu memberikan kompensasi kepada pemilik lahan dengan cara sewa minimal 5 tahun untuk kepentingan kegiatan penelitian lanjutan (research excavtion) maupun eskavasi penyelamatan (rescue excavation)
  • Perlu mengangkat juru pelihara yang mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan perawatan situs; serta juru pengaman situs yang mempunyai tugas menjaga  keamanan dan pengamanan situs. Keberadaan juru pelihara dan juru pengaman ini perlu koordinasi antara dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lumajang dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan. ( Herry P )

 

- Admin -
LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: