Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Wednesday,23-August-2017
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31  
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
Penelitian Bentuk Dan Karakter Tinggalan Arkeologi Maritim di Pulau Bawean: Identifikasi Potensi (Tahap I)

Pulau Bawean  merupakan sebuah pulau yang berada diantara Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan mempunyai yang mempunyai posisi geografis yang penting dan strategis. Pulau Bawean memegang peranan sebagai salah satu lokasi transit berbagai alat perhubungan laut di masa lalu. Mengingat pentingnya kedudukan Pulau Bawean sebagai salah satu mata rantai dari jalur perdagangan dan pilitik tidaklah mengherankan apabila Pulau Bawean sejak dulu merupakan tempat yang selalu diperebutkan.

Beberapa penulis asing membahas tentang Pulau Bawean meski tidak secara khusus meneliti data arkeologi yakni J.E. Jasper (1906) dan C. Lekkerker (1935). Pada tahun 1970-an, dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pernah melakukan penelitian ke pulau tersebut. Balai arkeologi Yogyakarta pada tahun 1985/1986 pernah melakukan penelitian arkeologi dengan tema “Survei Arkeologi Islam di Pulau Bawean Jawa Timur” dengan hasil berupa tinggalan arkeologi seperti makam-makam kuna serta obyek/situs yang berkaitan dengan bentuk okupasi pertahanan, perdagangan, dan keagamaan.

Sementara itu, berdasarkan informasi masyarakat nelayan maupun instansi pemerintahan setempat bahwa masih banyak tinggalan arkeologi maritim khususnya kapal tenggelam yang belum diketahui identitasnya di daerah perairan Pulau Bawean dan sekitarnya. Mengingat pentingnya Pulau Bawean dalam konteks arkeologi maritim, oleh sebab itu potensi tinggalan arkeologi maritim perlu diketahui dan dikaji untuk dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan yaitu ilmu pengetahuan, kemasyarakatan, dan perekonomian terutama yang berkaitan dengan kemaritiman.

Kegiatan penelitian Bentuk Dan Karakter Tinggalan Arkeologi Maritim di Pulau Bawean - Identifikasi Potensi pada Tahap I memperoleh data tinggalan-tinggalan arkeologi di Pulau Bawean yaitu:
  • Kecamatan Sangkapura
•    Bekas pelabuhan lama bawean dan sarana pendukungnya di Desa Sawahmulya
•    Nisan-nisan kuna di Desa Sawahmulya
•    Lokasi kapal-kapal tenggelam di perairan Desa Sawahmulya
•    Meriam kuna sebanyak 3 buah dijumpai di Koramil 0817/17 Sangkapura
•    Keramik-keramik asing yang masih utuh di rumah penduduk di Desa Sidogedongbatu
  • Kecamatan Tambak
•    Lokasi kapal tenggelam di sekitar Pulau Cina di Desa Dedawang
•    Konsentrasi fragmen keramik asing di Pulau Cina di Desa Dedawang
•    Konsentrasi fragmen keramik asing yang berada pantai di Desa Diponggo
•    Keramik-keramik asing yang masih utuh di rumah-rumah penduduk di Desa Diponggo
•  Meriam-meriam kuna di sekitar Desa Diponggo sebanyak 2 buah dan Koramil 0817/18 Tambak sebanyak 3 buah
  • Museum Sunan Giri di Gresik
Selain melakukan penelitian di Pulau Bawean, peninjauan di Museum Sunan Giri untuk memperoleh data tinggalan arkeologi yang berasal dari Pulau Bawean, yaitu:
•    Sebuah Arca Mahakala berbahan andesit.
•    Stupika-Stupika sebanyak 4 buah
•    Keramik-keramik asing sebanyak 16 buah hasil sitaan KP3.

Kesimpulan sementara berdasarkan hasil Penelitian Bentuk Dan Karakter Tinggalan Arkeologi Maritim di Pulau Bawean - Identifikasi Potensi pada Tahap I ini bahwa
  • Pulau Bawean Kabupaten Gresik memiliki tinggalan arkeologi maritim yang cukup signifikan, hal ini berdasarkan kuantitas,kualitas, serta sebaran yang hampir dijumpai di seluruh pulau.

  • Dalam kerangka historiografi, Pulau Bawean mempunyai peran penting dalam lintasan masa sejarah (pengaruh Hindu-Buddha) hingga masa pasca kolonial.


Berkenaan dengan kesimpulan sementara yang diperoleh berimplikasi terhadap  tinggalan-tinggalan arkeologi yang dijumpai, sehingga diperlukan rekomendasi yaitu
  • Dalam lingkup kajian penelitian, dipandang perlu melakukan kegiatan penelitian secara intensif secara bertahap melalui kegiatan survei arkeologi di permukaan tanah dan bawah air, selain itu dipandang perlu melakukan pembukaan testspit (kotak uji) di beberapa lokasi yang dijumpai konsentrasi fragmen keramik asing yang signifikan serta melakukan penyelaman untuk identifikasi kapal-kapal tenggelam (shipwreck) yang berada di perairan Bawean
  • Dalam lingkup kajian pelestarian, dipandang perlu melakukan penyelamatan dan perlindungan tinggalan-tinggalan arkeologi dengan melakukan inventarisasi dan registrasi yang dikoordinasikan antara Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan dengan pemerintah Kabupaten Gresik c.q Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga. Hal ini perlu dilakukan karena beberapa tinggalan arkeologi yang cukup rawan untuk tindakan kriminal seperti pengrusakan, pencurian, dan jual-beli illegal; sehingga dipandang perlu juga segera menetapkan beberapa tinggalan arkeologi di Pulau Bawean sebagai cagar budaya.

                                                                                                                                                                    (01122015/HP)



- Admin -
LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: