Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Wednesday,23-August-2017
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31  
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
Penelitian Bentuk Dan Karakter Situs Kamulan, Desa Kamulan, Kec. Durenan, Kab. Trenggalek, Jawa Timur

Situs Kamulan berada di Desa Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek terletak pada koordinat  080 03’ 39,0” LS - 1110 49’ 31,3” BT. Dalam Siagian (2001), Situs Kamulan merupakan situs dengan struktur bangunan yang terbuat dari bata dan menurut informasi dari penduduk di sekitar lokasi ini pernah ditemukan prasasti yag terbuat dari batu dan sekarang tersimpan di Museum Empu Tantular. Struktur tersebut ditemukan ketika dilakukan penggalian tanah untuk pembuatan bata dan struktur tersebut diperkirakan merupakan bagian dari candi. Struktur bangunan berbahan bata ini bentuknya memanjang dari arah utara ke selatan dan ditemukan pada kedalaman 75 cm dari permukaan tanah. Panjang struktur yang terlihat 210 cm cm terdiri atas 4 lapis bata dan ukuran bata berkisar antara 35 x 20 x 7 cm. (Siagian, 2001:205).

Selain struktur bangunan bata tersebut, berdasarkan hasil penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta melalui survey arkeologi dan ekskavasi pada tahun 2012 hingga tahun 2014 di Situs Kamulan diperoleh informasi mengenai tinggalan arkeologi berupa sisa-sisa struktur bata kuna, keramik asing dalam bentuk utuh maupun fragmentaris (pecahan),  sebaran temuan fragmen keramik dan tembikar, serta sumur-sumur kuna berbahan tembikar maupun bata.

Kegiatan penelitian bentuk dan karakter Situs kamulan pada tahun 2015 dilaksanakan pada tanggal 10 – 19 Desember 2015. Mengacu kepada hasil penelitian pada tahun 2012 hingga 2014 beberapa permasalahan masih belum terjawab mengenai antara lain mengenai bentuk dan karakter Situs Kamulan.

Penelitian bentuk dan karakter Situs Kamulan melaksanakan 2 (dua)  kegiatan pengumpulan data yaitu survei dan ekskavasi. Kegiatan survei yang dilaksanakan meliputi survei arkeologi dan survei lingkungan fisik. Survei arkeologi dilaksanakan di sekitar Situs Kamulan (Desa Kamulan) dan di Museum Wajakensis Tulungagung. Sedangkan survei lingkungan fisik dilaksanakan di sekitar wilayah Kecamatan Durenan hingga Kecamatan Pogalan. Lokasi kegiatan ekskavasi dilaksanakan di belakang Balai Desa Kamulan.

a.    Survei Arkeologi

Lokasi kegiatan survei arkeologi dilaksanakan di Kali Gador, Sendang Kamulyan, Pondok Pesantren Hidayatut Tullab, dan Guyang Gajah. Indikasi potensi data arkeologi di area survei di Desa Kamulan menunjukkan keragaman data artefaktualnya. Secara garis besar, berdasarkan bahannya artefak-artefak yang ditemukan meliputi fragmen keramik, fragmen terakota, fragmen tembikar kasar, dan fragmen tembikar halus. Dari hasil survei di Desa Kamulan dan sekitarnya dijumpainya artefak yang beragam sebagai indikasi adanya permukiman kuno. Artefak keseharian seperti periuk, blengker, cobek, kendi, tutup mencerminkan dinamika keseharian yang sangat jelas. Hal ini juga didukung dengan temuan tembikar yang berkaitan dengan wadah air sperti tempayan dan pasu sebagai perkakas yang memang terbiasa ada pada hunian kuno. Bukan hanya itu, selain perkakas keseharian juga ada indikasi adanya kemajuan dalam kehidupan sosial sebagaimana ditunjukkan oleh terakota berbentuk miniatur bangunan dan juga pot bunga.

Beberapa artefak dari bahan tanah liat itu sangat menarik karena beberapa di antaranya mengingatkan pada artefak tembikar yang ditemukan di situs Kota Majapahit, Trowulan. Artefak yang mempunyai kemiripan itu adalah terakota bentuk miniatur bangunan dan tepian dari bentuk tempayan.

Tembikar merupakan temuan artefaktual paling dominan, namun selain itu juga ditemukan artefak lain bahkan ekofak berupa tulang/gigi fauna di lokasi Sendang Kamulan 01. Temuan lainnya adalah fragmen keramik asing, yaitu di lokasi Kali Gador 01, Sendang Kamulyan 01, dan Kali Gador 02.Fragmen keramik ini terdiri atas beragam bentuk, yaitu mangkuk, piring, dan pasu. Berdasarkan pengamatan awal barang-barang tersebut berasal dari Cina dan Vietnam. Dari segi kronologis, fragmen keramik yang ditemukan meliputi keramik Cina Dinasti Sung Selatan abad XII-XIII Masehi hingga keramik Vietnam abad XIV Masehi.

Kegiatan survei arkeologi juga dilaksanakan di wilayah Kabupaten Tulungagung, tepatnya Museum Wajakensis Tulungagung dalam rangka melacak keberadaan Prasasti Kamulan. Informasi pertama kali mengenai keberadaan Prasassti Kamulan di Museum Wajakensis Tulungagung ini berasal dari Bapak Haryadi – Koordinator Juru Pelihara Wilayah Tulungagung & Trenggalek. Bagi pemerintah Kabupaten Trenggalek, keberadaan Prasasti Kamulan merupakan tetenger hari jadi kabupaten Trenggalek.



Setelah melalui pengamatan dan pembacaan prasasti yang dilakukan oleh Aang Pambudi Nugroho dari Komunitas Jawa Kuno (KOJAKUN) Sutasoma diperoleh informasi bahwa salah satu koleksi prasasti yang dimiliki Museum Wajakensis Tulungagung merupakan Prasasti Kamulan.

Identifikasi batu bertulis yang bernama Kêmulan/Kamulan dengan angka tahu tahun 1116 Saka atau 1194 Masehi yang dikeluarkan oleh Ṣrī Mahārāja Ṣrī Sarwweṣwara Triwikramāwatārānindita Ṣṛnggalañcana Digwijayotunggadewanāma atau Kṛtajaya dalam rangka Kembalinya Sri Maharaja Kṛtajaya ke Kedatuannya di Katang-Katang. Prasasti ini diberikan kepadaSāmya Haji Kataṇḍan Sakapāt (empat orang raja bawahan yang memiliki para pejabat bergelar taṇḍa).

b.    Survei Lingkungan Fisik

Kegiatan survei lingkungan fisik meliputi kegiatan observasi bentuk dan bentang lahan (geomorfologi) situs-situs arkeologi yang berada di wilayah Kecamatan Durenan dan Kecamatan Pogalan yang dilakukan oleh Drs. J. Susetyo Edy Yuwono, M.Sc. (ahli Geoarkeologi) dari Jurusan Arkeologi FIB UGM. Observasi dilakukan di Bentang Pegunungan Rajegwesi dan DAS Ngasinan.

Berdasarkan hasil observasinya disampaikan bahwa daya dukung lingkungan terutama sumber air sangat mendukung keberadaan situs-situs arkeologi di wilayah Kecamatan Durenan dan Kecamatan Pogalan.  Bentang lahan Pegunungan Rajegwesi antara lain Pringulung, Condrogeni, Gunung Cilik Ngesong, Tumpak Cenil, Watu Blandong, Gunung Kekep dan Gunung Bale di wilayah Kabupaten Trenggalek bagian utara merupakan sebuah bekas erupsi gunung purba. Lokasi ini mempunyai potensi pengembangan eco-touristm berbasis Geopark Trenggalek dengan beberapa Geosites yang di dalamnya dijumpa sebuah peradaban kuna di poros Candi Brongkah – Semarum – Kamulan.

c.    Ekskavasi

Penelitian Situs Kamulan yang dimulai tahun 2012 hingga 2015 total pembukaan kotak uji sebanyak  7 kotak uji. Kegiatan ekskavasi penelitian tahun 2015 ini  telah membuka 5 kotak uji (testpit). Lokasi pembukaan kotak uji ini berada di sebelah barat daya Balai Desa Kamulan (Kamulan 3).  Pemilihan lokasi ini berdasarkan informasi merupakan tempat ditemukannya Prasasti Kamulan.

Pembukaan kotak uji / TP 6 hingga TP 10 diperoleh informasi mengenai tinggalan artfektual dan arsitektural. Tinggalan artefaktual berupa fragmen tembikar yang dominan, sedangkan tinggalan arsitektural berupa struktur bata yang masih intac (TP 6 dan TP  8) yang didominasi sebaran fragmentaris bata kuna. Minimnya temuan struktur bata yang masih intact diduga sebagai akibat penggunaan lahan bercocok tanam untuk tegalan dengan tanaman coklat dan mahoni sehingga menimbulkan rusaknya data.


Mengacu pada hasil penelitian yang telah diperoleh kesimpulan sementara mengenai bentuk dan karakter Situs kamulan yaitu:

  • Bentuk data yang diperoleh di situs Kamulan berupa data artefaktual dan data arsitektural.  Data artefaktual diperoleh melalui kegiatan survei arkeologi dan ekskavasi, sedangkan data arsitektural diperoleh melalui kegiatan ekskavasi.
  • Karakter Situs Kamulan mengacu hasil kegiatan survei arkeologi dan ekskavasi mengindikasikan sebagai sebuah situs permukiman kuna. Hal ini didukung dengan lingkungan fisik yang baik seperti ketersediaan air dan bentang lahan yang relatif datar. Keberadaan permukiman kuna ini didukung dengan data tertulis berupa Prasasti Kamulan yang berangka tahun 1164 saka atau 1194 Masehi serta data arkeologi hasil kegiatan survei maupun ekskavasi.
Mengacu pada hasil penelitian yang telah dilaksanakan dipandang perlu beberapa pihak terkait (stakeholder) bersama-sama mengawal hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan
  • Balai Arkeologi Yogyakarta dipandang perlu untuk melanjutkan kegiatan penelitian yang difokuskan dan melacak tinggalan-tinggalan arsitektural berupa struktur bata di lokasi temuan prasasti Kamulan. Hal ini dikarenakan hasil pembukaan kotak-kotak uji belum dapat memperoleh hasil yang signifikan.
  • Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan dipandang perlu segera melakukan inventarisasi dan registrasi tinggalan cagar budaya di wilayah Situs Kamulan dan Semarum secara khusus dan wilayah kabupaten Trenggalek secara umum.

 

  • Pemerintah Kabupaten Trenggalek c.q Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dipandang perlu:


  • segera menindaklanjuti temuan Prasasti Kamulan yang sekarang disimpan di Museum Wajakensis Tulungagung untuk dibuat replika sebagai salah satu data mengenai pemilihan hari jadi kabupaten Trenggalek.
  • Memperhatikan kawasan Candi Brongkah – Situs Semarum – Situs Kamulan sebagai kawasan cagar budaya yang mempunyai potensi tinggalan arkeologi yang cukup beragam dan perlu tindakan pelestarian dengan berkoordinasi dengan BPCB trowulan
  • Mengembangkan isu mengenai Geopark Trenggalek sebagai salah satu agenda pengembangan eco-touristm di wilayah Kabupaten Trenggalek dengan melibatkan berbagai sektor seperti Pariwisata, Lingkungan Hidup, Akademisi, dan Budaya.

(HP-30122015)




- Admin -
LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: