Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Wednesday,23-August-2017
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31  
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
LAPORAN PENINJAUAN TEMUAN BARU 2016 BATU-BATU CANDI DI DUSUN GENDUNGAN, DESA KALIBENING, KECAMATAN DUKUN, KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH

Kegiatan peninjauan difokuskan di tempat penemuan yang berlokasi di Dusun Gendungan, Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Secara astronomis terletak pada 070 33’ 16,87” LS – 1100 20’ 56,55’’ BT. Secara geografis lokasi ini berada di lereng barat Gunung Merapi dan berjarak sekitar 10,5 Km dari puncak.

Penanganan awal temuan oleh BPCB Jawa Tengah melalui Laporan Peninjauan Temuan Benda Diduga Cagar pada tanggal 16 Mei 2016. Di lokasi temuan masih dijumpai sebuah kolam yang berisi beberapa komponen struktur batu yang sudah terangkat dan dikumpulkan di lahan sebelahnya dengan diberi pengaman tali pembatas. Pada kolam tersebut masih tampak beberapa batupersegi panjang polos yang belum diangkat. Beberapa komponen batu yang telah diangkat berupa batu luar, batu kulit, dan batu isian. Selain komponen batu tersebut juga dijumpai komponen batu menara berbentuk persegi, 3 (tiga) buah batu lumpang, dan beberapa batu persegi di tepi kolam ikan. Kesimpulan hasil peninjauan yaitu bahwa temuan pertama merupakan bagian dari struktur pagar dan tidak ditemukan bangunan yang dipagari tersebut, temuan kedua kemungkinan merupakan bengkel/ tempat pembuatan miniatur candi, lokasi temuan pertama dan kedua tidak mempunyai korelasi.

Berikutnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang melakukan Laporan Hasil Monitoring temuan tersebut berupa informasi bahwa masyarakat tidak mengindahkan rekomendasi BPCB Jawa tengah untuk mempertahankan keaslian lokasi struktur cagar budaya dan perubahan yang dilakukan harus diminimalisir serta dikoordinasikan kepada BPCB Jawa Tengah.

Hasil observasi yang dilakukan Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta pada tanggal 29-30 Juni 2016 di lokasi temuan cagar budaya di Dusun Gendungan tersebut berupa data artefaktual seperti batu-batu candi, lumpang batu, pipa logam;  monumental seperti struktur yang masih intact di dalam kolam dan lingkungan dengan sumberdaya air yang melimpah di lereng barat Gunung Merapi

Berdasarkan hasil identifikasi artefaktual berupa batu-batu yang ditemukan warga di Dusun Gendungan, Desa Kalibening ini diyakini merupakan komponen dari struktur bangunan candi. Bagian bangunan yang dapat dikenali antara lain bagian atas pagar dan struktur kaki. Berdasarkan pengamatan bentuk komponen batu diperkirakan bangunan candi ini berasal dari abad IX atau X Masehi. Hal ini didukung dengan analogi dengan spot Sengi (terdiri atas Candi Asu, Candi Pendem, dan Candi Lumbung), yang berada sekitar 4 Km arah utara dari temuan ini. Abad IX-X Masehi di Jawa Tengah adalah masa kejayaan kerajaan Mataram Kuno, sehingga temuan ini terkait dengan keberadaan kerajaan Mataram Kuno.Selain komponen bangunan candi sebagai bangunan ibadah masa Mataram Kuno, di sekitar lokasi juga ditemukan sejumlah artefak berupa lumpang batu yang diduga secara kronologis semasa dengan batu-batu candi. Temuan ini mengindikasikan adanya denyut dinamika permukiman yang kompleks dan menyatu dengan bangunan candi.

Secara geografis, aspek keruangan lokasi temuan berada di lereng barat Gunung Merapi dalam jarak sekitar 10,5 Km. Lerang barat Gunung Merapi hingga saat ini termasuk area yang kandungan data arkeologinya tergolong sedikit, terutama jika dibandingkan dengan lereng selatan dan lereng timur. Secara akademis lereng barat Gunung Merapi sebenarnya merupakan area potensial sebagai lokasipermukiman dan pertumbuhan peradaban Mataram Kuno sekitar abad ke-8 hingga abad ke-10 Masehi. Minimnya data arkeologi di lereng barat diduga karena area ini tertimbun material vulkanis hasil letusan Gunung Merapi yang memang aktif dan terus menerus menimbun bagian lereng beserta buah peradaban Mataram Kuno sejak abad ke-10 Masehi. Di lereng barat, data arkeologi yang sudah dikenal adalah spot Sengi, yang terdiri atas Candi Asu, Candi Pendem, dan Candi Lumbung. Keberadaan spot Sengi di utara lokasi temuan dalam jarak sekitar 4 Km menunjukkan adanya konteks peradaban Mataram Kuno yang ada di lereng barat Merapi. Hal ini membawa ke pemikiran bahwa buah peradaban Mataram Kuno di lereng barat juga tinggi, dan tidak menutup kemungkinan suatu saat akan ditemukan jejak-jejaknya yang lain.

Berdasarkan pengamatan dan observasi di lokasi penemuan batu-batu candi, dapat disimpulkan secara ringkas berikut ini:

  • Dalam aspek formal, data arkeologi yang ada terdiri atas komponen bangunan candi dan artefak lumpang batu sebagai indikasi permukiman kuno
  • Dalam aspek temporal, situs ini diperkirakan berasal dari abad IX dan X Masehi, sejaman dengan masa keemasan kerajaan Mataram Kuno
  • Dalam aspek spasial, lokasi penemuan ini berada di lereng barat Gunung Merapi yang diduga merupakan salah satu area penting dalam perkembangan peradaban Mataram Kuno, abad VIII – X Masehi. Artinya situs dan temuan baru ini adalah bagian dari unit peradaban kuno tersebut. Hal ini juga didukung dengan adanya situs-situs semasa di Spot Sengi yang hanya berjarak 4 Km dari temuan baru ini.

Beberapa rekomendasi dari hasil pengamatan dan dan observasi yang dilakukan :

  • Balai Arkeologi Yogyakarta direkomendasikan untuk mendiskusikan konsep penelitian masa Mataram Kuno di lereng Barat Gunung Merapi, yang antara lain menyangkut situs dan temuan baru di Desa Kalibening tersebut.
  • Bangunan candi yang masih berada di dalam kolam bekas galian, secara akademis adalah cagar budaya yang direkomendasikan menjadi bagian dari program pelestarian BPCB Jawa Tengah
  • Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang direkomendasikan untuk menyusun program khusus untuk menindaklanjuti temuan baru ini yang melibatkan secara integral Balai Arkeologi Yogyakarta, BPCB Jawa Tengah, dan Dinas Parbud Kabupten Magelang

(Tim Peninjauan Temuan Magelang 2016)

- Admin -
LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: