Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Tuesday,23-September-2014
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian
PASANG SURUT KABUPATEN BOJONEGORO PADA MASA KOLONIAL

PASANG SURUT KABUPATEN BOJONEGORO PADA MASA KOLONIAL

Penelitian berjalan dari tanggal 5 s/d 15 Mei 2009, di wilayah Kab.Bojonegoro Provinsi Jatim. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan perkembangan dan kemunduran di Kab.Bojonegoro.

Pada masa kolonial Kab.Bojonegoro merupakan Pusat Keresidenan yang membawai berberapa wilayah, antara lain Jombang, Lamongan, Babat, dan Tuban. Dibentuknya bojonegoro sebagai pusat keresidenan tentunya daerah ini mempunyai kelebihan dibanding daerah bawahannya. Hal ini dapat kita lihat, bahwa masa lalu Kab.Bojonegoro dikenal sebagai wilayah penghasil tembakau dan kayu jati No.1 di Indonesia.

Sebagai penghasil 2 komodi itu di atas tentunya daerah ini sangat potensial sehingga banyak dijumpai rumah-rumah bercirikan kolonial yang dimungkinkan pada waktu itu adalah rumah-rumah orang belanda yang berdomisili di Bojonegoro sebgai pengelola pabrik maupun pengelola perkebunan pada masa itu. Namun lambat laun Bojonegoro mengalami berbagai kemunduran seolah-olah ditinggalkan begitu saja. Di lain pihak berberapa daerah-daerah dibawahnya seperti Tuban, Jombang, Babat, dan Lamongan, lebih cepat berkembang dari pada Bojonegoro yang pada waktu itu sangat potensial karena sebagai penghasil komoditi tembakau dan kayu jati No.1 di indonesia. Sehingga permasalahannya yang ada yaitu faktor-faktor apa yang menyebabkan perkembangan dan kemunduran di Kab.Bojonegoro pada masa kolonial.

Bedasarkan latar belakang, serta tujuan penelitian, maka dalam penelitian ini pertama-tama akan dilakukan pengumpulan data di daerah Kab.Bojonegoro dengan melalui survei lapangan juga akan didukung dengan mencari bahan-bahan pustaka yang meliputi sumber-sumber tertulis, data artefak dan toponim. Dari hasil ini kemudian akan diklasifikasi dan dari hasil klasifikasi ini kita melakukan sintesa.

Hasil-hasil penelitian yang telah dicapai meliputi berberapa bangunan kolonial pada masa kolonial yang terletak di JL. Jendral Soeprapto , JL. Hayam Wuruk, JL. Teuku Umar , JL. Basuki Rachmad , dan  JL. Kartini.

Selain ditemukannya bangunan-bangunan pada masa kolonial juga ditemukan berberapa stasiun kereta api yang pada masa kolonial dipergunakan sebagai sarana transoprtasi manusia maupun komoditi utama pada waktu itu ( Kayu jatu, Tembakau ). Komoditi utama pada waktu itu ( kayu jati ) dibawa dari kawasan hutan dengan lori ke TPA ( tempat penampungan akhir kayu jati ) yang biasanya terletak di stasiun-stasiun maupun di tepi-tepi aliran bengawan solo sehingga pada penelitian ini juga diperoleh data mengenai berberapa tempat penampungan akhir kayu jati yang terletak di tepi bengawan solo dimana pada waktu itu sungai bengawan solo digunakan sebagai sarana transportasi pengangkutan kayu jati ke daerah pantai utara ( Gresik ).

Selain berberapa tinggalan pada masa kolonial di atas juga ditemukan waduk Pancal yang dibangun pada masa kolonial yang terletak di desa kedung sumber Kec.Temayng Kab Bojonegoro. Bagunan waduk ini berfungsi sebagai penampungan air yang berasal dari hutan-hutan dan difungsikan sebagai sarana irigasi pertanian.

Prospek halaman kedepan ini diharapkan dapat menyingkap berberapa hal mengenai pasang surut perkembangan Kab.Bojonegoroyang pada masa lalu ( masa kolonial ) merupakan daerah yang begitu potensial namun pada perkembangan selanjutnya mengalami kemunduran.

Kendala-kendala yang dihadapi di lapangan selama penelitian sudah banyak bangunan-bangunan di masa kolonial yang dirobohkan ( diganti dengan bangunan yang lebih modern dan pada umumnya untuk usaha. Sehingga bangunan-bangunan pada masa kolonial jumlahnya tinggal sedikit bahkan seolah-olah bangunan kolonial tersebut tidak tersentuh perlindungan undang-undang (BCB)

Diharapkan dari pemerintah Kab.Bojonegoro lebih memperhatikan terhadap tinggalan-tinggalan sekarang yang jumlahnya tinggal sedikit selain itu juga perlu dilakukan invetarisasi terhadap bangunan-bangunan BCB yang ada sehingga bangunan-bangunan kolonial yang ada bisa lebih terlindungi.

 

LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Menurut anda apakah situs - situs kuno diberbagai daerah di seluruh Indonesia sudah ditanggani dengan baik ?