Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Wednesday,20-November-2019
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Arkeologi & Publik
STOP PEMBONGKARAN PENJARA KALISOSOK

STOP PEMBONGKARAN PENJARA KALISOSOK


Salah Satu Bangunan di Komplek Penjara Kalisosok yang Telah Dibongkar Bagian Atapnya, Sumber Foto: ANTARA

SURABAYA-  Pemkot Surabaya meminta menghentikan pembongkaran eks  Penjara Kalisosok di Kelurahan Krembangan Selatan, Kec Krembangan. Selain Pemkot belum  mengetahui kejelasan mau dijadikan apa, pemilik juga belum mengantongi surat Izin Robohkan Bangunan (IRB). Ini mengingat penjara Kalisosok  merupakan salah satu cagar budaya  yang dilindungi  Undang-Undang dan Perda Nomor 5 tahun 2005 tentang Pelestarian Bangunan Cagar Budaya di Kota Surabaya  

“Jadi sebaiknya pembongkaran dihentikan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Wiwiek Widayati  dihubungi, Rabu (7/4).

Ia sangat menyayangkan pembongkaran bisa terjadi. Padahal Pemkot sudah menetapkan bangunan cagar budaya  dilindungi  Undang-Undang dan Perda Nomor 5 tahun 2005, tentang pelestarian bangunan cagar budaya di Kota Surabaya. “Harus kami akui, bahwa tak semua pemilik cagar budaya di Surabaya itu mempunyai niatan yang sama, ada yang baik adapula yang tidak. Tapi kami masih akan berusaha terus berkoordinasi dengan pemilik yang sampai sekarang masih coba kami telusuri,” ujar Wiwiek.

Wiwiek menjelaskan, sampai saat ini ada sekitar 167 cagar budaya yang ada di Surabaya yang dimiliki oleh pemerintah dan swasta. Pihaknya juga tak mengetahui keadaan cagar budaya yang dikelola oleh pihak swasta.

Dari fakta lain, pembongkaran bangunan cagar budaya berupa bekas penjara Kalisosok di Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan Kota Surabaya, Selasa (6/4), ternyata tak diketahui Pemkot Surabaya. Akibat dari pembongkaran tersebut, Lurah Krembangan Selatan Slamet dan Camat Krembangan Sumarno langsung mendatangi lokasi pembongkaran dan memerintahkan pekerja untuk menghentikan aktivitasnya.

"Pak stop dulu. Turun dan jangan dibongkar," kata Camat Krembangan Sumarno kepada beberapa pekerja yang membongkar bangunan cagar budaya tersebut.

Sumarno menegaskan selama ini tidak ada pemberitahuan atau izin sama sekali untuk melakukan pembongkaran tersebut. "Kami minta dihentikan segala aktivitas pembongkarannya. Apa pun alasannya, entah itu akan dibangun ulang atau sekadar renovasi, tetap harus memiliki izin," katanya.

Ia  mengatakan, pihak pemilik bekas penjara Kalisosok seharusnya melayangkan surat pemberitahuan jika hendak membongkar bekas penjara Kalisosok yang telah masuk cagar budaya sejak tahun 1996 itu. "Yang jelas pembongkaran ini tidak mengantongi Izin Robohkan Bangunan (IRB) dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang," katanya.

Lurah Krembangan Selatan Slamet, menambahkan selama ini pihaknya sulit untuk memantau keadaan bekas penjara Kalisosok ini.  Aparat kelurahan juga kesulitan masuk ke tempat tersebut. "Jangankan untuk mengecek kondisi bangunannya, kami ingin mendata penduduk yang kos di sini saja susah," kata Slamet.

Pendataan itu akhirnya baru berhasil dilaksanakan baru-baru ini. Itu pun setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Satpol PP. Sedangkan untuk mengecek bangunan, ia menyatakan memang tidak dilakukan karena setelah bisa masuk ke bekas penjara Kalisosok, fokusnya adalah pendataan penduduk.   "Di sini ada 32 orang yang kos dan semuanya putri. Mungkin karena itulah kami sulit untuk masuk," kata Slamet.

 Diketahui kondisi cagar budaya ini memang sangat memprihatinkan karena bangunan yang telah dibongkar gentengnya itu adalah ruangan semacam aula. Tetapi di lokasi lain didapati tumpukan kayu-kayu dengan ukuran besar yang kemungkinan juga dari hasil pembongkaran. Kayu-kayu itu sendiri kondisinya sudah lapuk.

Di dalam bekas penjara ini juga ada bangunan gereja yang bernama gereja Anugerah. Kondisinya juga sama, memprihatinkan karena gereja tersebut juga sudah tidak memiliki genteng.    Namun saat ditanya siapa pemilik bangunan itu, penjaga bekas penjara Kali Sosok Romli mengaku tidak tahu.

Pembongkaran juga ini membuat komunitas Surabaya Heritage prihatin. Komunitas ini langsung  menggalang Gerakan Solidaritas Keprihatinan pada Eks Penjara Kalisosok sebagai salah satu cagar budaya di Surabaya.

“Pembongkaran Kalisosok membuktikan ada sebuah penelantaran cagar budaya Surabaya. Memang masyarakat tak lagi mendapat akses yang luas di sana, tapi kami sudah mulai beberapa tahun mengamati kondisinya memang sangat menyedihkan,” kata Freddy Handoko Istanto, Vice Chairman Surabaya Heritage, Rabu (7/4).

Ia mengaku prihatin dengan kondisi penjara yang diberi status Cagar Budaya A. “Status A cagar budaya artinya bangunan ini punya nilai langsung terhadap perjuangan bangsa. Tapi kondisinya sungguh amat memprihatinkan,” kata dia.

Menurutnya Pemkot Surabaya  harus berbuat sesuatu atas hancurnya bangunan ini. “Hentikan pengrusakan ini! Pemkot harus berbuat sesuatu,” katanya. zah

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=14fbf660ef750c09e04cc6be7e3da0e9&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c


 

 

LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Sumber media yang paling banyak Anda akses untuk mendapatkan informasi hasil penelitian arkeologi adalah: