Situs ini terdapat di dusun Pagerukir desa Pagerukir kecamatan Sampung. Situs ini terletak di lereng bukit Pagerukir. Pada sebuah dataran di tepi jalan desa ditemukan sebuah batu putih alami berukuran cukup besar. Batu tersebut pada ujungnya diukir wajah manusia berupa dua buah mata, sebuah hidung, dan mulut. Di atas ukiran wajah manusia tersebut terdapat ukiran-ukiran dekoratif yang sudah tidak begitu jelas karena aus.
Selain batu alami di dinding bukit batu di sebelahnya juga terdapat goresan yang kemungkinan berupa angka tahun jawa kuna. Angka tahun jawa kuna itu dari depan terbaca angka 329. Angka tahun ini menunjukkan tahun saka dan biasanya memang dibaca dari depan, Hal ini berbeda dengan pembacaan candra sengkala yang berupa kalimat angka tahunnya dibaca dari belakang. Hal ini menjadi permasalahan jika angka tahun yang ditemukan di dinding bukit itu dibaca dari depan berarti tahun 329 Ç (407 M). Rasanya tidak mungkin atau belum ada temuan masa klasik abad 5 M ditemukan di daerah Jawa Timur. Kemungkinan kurang angka 1 di depan angka 3 tetapi sudah aus atau hilang, sehingga menjadi tahun 1329 Ç (1407 M).Atau kemungkinan lain membacanya dibalik -- tetapi itu jarang terjadi – sehingga menjadi tahun 923 Ç (1001 M). Jika angka tahun ini benar berarti ini merupakan masa-masa akhir Mataram Kuna di Jawa Timur yaitu masa pemerintahan Dharmawangsa Tguh.
2.Situs mBah Gelang
Situs ini terdapat di dusun Bulu, desa Crabak, kecamatan Slahung. Situs ini berupa kompleks dengan beberapa temuan antara lain: sebuah sumur kuna, fragmen gentong, batu-batu candi, batu ambang pintu, struktur bata, dan fragmen tembikar. Situs ini berada di tanah pekarangan milik Ibu Paini. Sumur kuna tersebut berdinding bata, pada bagian atas terdiri dari 9 lapis bata, di bagian bawah menyempit dan tampak 3 lapis bata. Diameter bagian luar dinding 127 cm, sedangkan diameter bagian dalam dinding sumur 64 cm. Di dekat sumur tersebut terdapat fragmen gentong dari tanah liat yang bagian bawahnya terpendam tanah. Fragmen gentong tersebut berdiameter 90 cm. Selain itu juga terdapat dua buah fragmen gentong lagi yang ukurannya lebih kecil. Dua buah fragmen gentong itu masing-masing berdiameter 47 cm dan 26 cm. Fragmen gentong yang kecil berada di dalam fragmen gentong yang lebih besar.
Di sebelah timur temuan sumur kuna terdapat struktur bata melintang utara-selatan sepanjang 560 cm. Ukuran bata panjang 33 cm, lebar 16 cm, dan tebal 6 cm. Di sebelah timur struktur bata ini terdapat sekumpulan batu-batu candi dengan berbagai bentuk dan ukuran. Batu-batu candi ini berupa batu andesit.
3.Situs Ngrenak
Situs ini terdapat di dusun Ngrenak, desa Ketro, kecamatan Sawoo. Di tepi selokan desa yang berada di pinggiran sawah terdapat sebuah batu andesit alami yang cukup besar dengan ukuran panjang 115 cm, lebar 70 cm, dan tebal 45 cm. Di bagian tengah batu terdapat tulisan angka tahun jawa kuna yang menunjukkan tahun 1044 Ç (1122 M). Angka tahun ini dibatasi dengan goresan persegi panjang berukuran panjang 50 cm dan lebar 35 cm. Jika pembacaan ini benar berarti temuan ini dari masa kerajaan Kediri atau Pangjalu dengan rajanya Bameswara. Menurut informasi masyarakat di tengah sawah dekat temuan batu berangka tahun ini pernah ditemukan struktur batu candi. Apakah batu-batu candi itu ada kaitannya dengan batu berangka tahun tersebut masih perlu penelitian lebih lanjut.
4.Situs mBah Gedongsuru
Situs ini terdapat di dusun Wonototo, desa Bangsalan, kecamatan Sambit. Di dekat makam mbah Gedongsuru ditemukan beberapa tinggalan arkeologis berupa: sebuah arca Durga Mahisasuramardini, sebuah arca nandi, fragmen bata kuna, dan dua buah yoni. Arca Durga yang terbuat dari batu andesit itu berukuran tinggi 109 cm, lebar 53 cm, dan tebal 23 cm. Arca nandi juga terbuat dari batu andesit, bagian kepalanya hilang, arca ini berukuran panjang 67 cm, lebar 46 cm, dan tinggi 42 cm. Bata kuna berukuran panjang 35 cm, lebar 21 cm, dan tebal 7 cm. Di sebelah selatan arca Durga terdapat dua buah yoni dengan bentuk yang sederhana. Salah satu yoni ceratnya sudah hilang, yoni ini berukuransisi-sisinya 44 x 44 cm² dan tinggi 48 cm. Sedangkan yoni lainnya berukuran sisi-sisinya 44 x 48 cm² dan tinggi 44 cm.
Situs ini terdapat di dusun Pagerukir desa Pagerukir kecamatan Sampung. Situs ini terletak di lereng bukit Pagerukir. Pada sebuah dataran di tepi jalan desa ditemukan sebuah batu putih alami berukuran cukup besar. Batu tersebut pada ujungnya diukir wajah ...
Setelah sukses dalam gelaran pertama Pameran Arkeologi 2009 di Papua, Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional (Puslitbang Arkenas) dan Balai Arkeologi (Balar) Seluruh Indonesia kembali menyelengga ...
Segenap keluarga besar Balai Arkeologi Yogyakarta, mengucapkan selamat jalan dan selamat mengemban amanah kepada Bapak Drs. Baskoro Daru Tjahjono, sebagai Kepala Balai Arkeologi Medan terhitung sejak Juli 2010. Semoga kesuksesan senantiasa menyertai Bapak ...
Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, baru baru ini melakukan penelitian di situs warisan dunia Sangiran pada tanggal 11 – 22 Juni 2010. Penelitian yang dipimpin oleh Prof. Dr. Harry Truman Simanjuntak ini dilakukan di Dusun Grogolan Wetan ...
Pada tanggal 3 s/d 14 Juni 2010, Balai Arkeologi Yogyakarta telah melakukan penelitian Melacak Jejak Awal Migrasi-Kolonisasi Masyarakat Penutur Bahasa Austronesia di Jawa. Penelitian tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian sebelumnya pada t ...
Pada tanggal 16 – 27 Juni 2010, Balai Arkeologi melakukan penelitian etnoarkeologi mengenai Kehidupan Nelayan Masa Majapahit di Daerah Aliran Sungai dan Pantai Utara Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kehidupan nelayan tradisional, sebaga ...
Pada bulan Mei 2010, Balai Arkeologi Yogyakarta telah melakukan penelitian tentang Benteng Vastenburg Di Kota Surakarta: Pengelolaan Sumberdaya Budaya Di Masa Mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui pengelolaan dan pengembangan ya ...
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan pusat pertokoan Yap Square di kompleks bersejarah Balai Mardi Wuto Yogyakarta, yang sempat menimbulkan polemik beberapa waktu lalu, kini dilanjutkan. Pemilik Mardi Wuto telah mengantongi perizinan dan rekomendasi dari ...
PAGARALAM, KOMPAS.com - Warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan menemukan dua sendok keramik peninggalan Dinasti Qing pada abad ke 18 atau 19 Sebelum Masehi (SM). ...
Dari Liputan6.com, Gianyar: Sarkofagus atau peti batu mayat ditemukan seorang pembuat batu bata, tertanam lima meter di dalam tanah, Selasa (18/5). Sarkofagus tersebut masih dalam kondisi in situ atau masih dalam posisi aslinya dan belum berpindah tempat. ...
Dari tanggal 14 – 25 Mei 2010, Balai Arkeologi Yogyakarta melanjutkan penelitian tentang “Permukiman Masa Lampau di Kawasan Danau”. Penelitian kali ini dikonsentrasikan pada Kawasan Ranu Bethok, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa ...
Bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Tengah, pada tanggal 18 – 20 Mei 2010 Balai Arkeologi Yogyakarta akan menggelar Pameran Arkeologi di Kompleks Agrowisata, Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Propinsi Jawa Tengah. Kegiatan ter ...
Proses pengangkatan barang-barang yang juga data arkeologi itu diwarnai diskriminasi antara peselam lokal dan peselam asing. Detikcom, secara khusus mewawancarai salah seorang peselam lokal yang ikut dalam pengangkatan artefak senilai tidak kurang 720 M ...
Indikasi sebagai situs permukiman, situs ritual, dan situs “pertanian” didapatkan di situs Liyangan, Temanggung, Jawa Tengah. Kompleksitas karakter tersebut membawa ke pimikiran bahwa situs Liyangan adalah bekas pedusunan yang pernah berkembang pada masa ...
Balai Arkeologi Yogyakarta pekan ini, Mei 2010, telah menyelesaikan salah satu media publikasi digital berupa permainan computer yang diberi label GAME INTERAKTIF ARKEOLOGI (GIA). Media publikasi kearkeologian ini sebenarnya sudah dirancang sekitar dua ta ...
JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana mendirikan museum kerajaan maritim terkait banyaknya desakan berbagai kalangan agar pemerintah tidak menjual artefak-artefak berharga yang berhasil diangkat dari dasar laut. ...
Karawang (ANTARA) - Dua dari enam kerangka manusia prasejarah yang ditemukan di halaman Candi Blandongan bagian Tenggara, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terlihat bertumpuk dalam satu lubang yang sama. ...
Pada bulan April 2010, Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian sarana pertahanan militer Jepang pada masa Perang Dunia II. Penelitian tersebut dipimpin oleh Drs. Sambung Widodo. Penelitian terhadap peninggalan Jepang tersebut dilakukan dengan meto ...
VIVAnews - Dikisahkan, sekitar 4.800 tahun lalu, banjir bandang menerjang Bumi. Sebelum bencana mahadahsyat itu terjadi, Nabi Nuh -- nabi tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi, diberi wahyu untuk membuat kapal besar -- demi menyelamatkan umat manusia da ...
Berita dari detik.com - Senin, 24/08/2009 11:38 WIB
Berburu Harta Karun di Sungai Musi
Dipicu Kisah Penemuan Patung Emas Seharga Rp 4 Miliar
Taufik Wijaya – detikNews ...
BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang:
1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan)
2. pelaksana penelitian arkeologi
3. studi kelayakan arkeologis
4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi
5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....