Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Saturday,31-January-2015
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air

Berita

Penelitian

PENINJAUAN TEMUAN STRUKTUR BATA KUNA DI DUSUN KEDUNGSARI DESA KEDUNGMORO KECAMATAN KUNIR KABUPATEN LUMAJANG JAWA TIMUR


PENINJAUAN TEMUAN STRUKTUR BATA KUNA

DI DUSUN KEDUNGSARI DESA KEDUNGMORO

KECAMATAN KUNIR KABUPATEN LUMAJANG JAWA TIMUR

 

Kegiatan peninjauan temuan Balai Arkeologi Yogyakarta ini merupakan tindaklanjut laporan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lumajang mengenai temuan struktur bata di Dusun Kedungsari Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir kabupaten Lumanjang. Temuan struktur bata ini. Temuan Struktur bata kuna dilaporkan pada tanggal 13 Oktober 2013 oleh masyarakat setempat yang tengah menggali tanah pekarangan untuk mendapatkan tanah liat sebagai bahan pembuatan  bata. Di lubang galian yang tidak seberapa dalam itu ia menemukan potongan-potongan batu bata kuno, beberapa relief serta arca tanah liat. Temuan tersebut oleh masyarakat setempat disebut Candi Bethari Durga (?).

Kegiatan peninjauan temuan kegiatan survei arkeologi dan ekskavasi di sekitar lokasi temuan tersebut yang memperoleh hasil dan informasi yaitu:

  1. Artefak temuan permukaan yang berasal dari sekitar struktur bata mempunyai hiasan yang halus dan bagus, beberapa teronggok di lokasi dan sebagian sudah disimpan di kantor Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Lumajang.

  • Berdasarkan hasil survei arkeologi di sekitar lokasi bahwa dijumpai beberapa tinggalan arkeologi seperti lumpang batu di Desa Dorogowok, fragmen bata kuan di Desa Kedungmoro, dan lokasi  temuan artefak logam di Desa Karanglo.

  • Berdasarkan hasil ekskavasi temuan struktur bata di Dusun Kedungsari Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir diketahui bahwa:

·  Bentuk temuan struktur bata tersebut merupakan sebuah bangunan candi berbahan bata dan berdenah persegi dengan ukuran 6,5 meter x 6,5 meter dengan tinggi 1,08 meter. Bagian bangunan candi yang masih dapat diidentifikasi adalah bagian tubuh dan kaki candi.

 

·   Karakter temuan struktur bata tersebut merupakan sebuah bangunan yang bersifat religi yaitu bangunan candi. Adanya temuan ornamen berupa relief Sangkha menjadi indikator bahwa bangunan candi tersebut berlatar belakang Hinduistis. Atribut Sangkha merupakan atribut salah satu Trimurti yaitu Wisnu. Kronologi relatif bangunan candi ini berdasarkan ornamen yang dipahatkan di hiasan antefik diduga dari masa Majapahit yaitu abad XIII – XIV Masehi.

 

  • Berkenaan dengan nama situs yang semula disebut Candi Bethari Durga perlu dilakukan koreksi. Berdasarkan lokasi temuan struktur bata ini maka penyebutan nama situs selanjutnya adalah Situs Candi Kedungsari.
  • Temuan bangunan candi berbahan bata di Situs Candi Kedungsari di Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir ini menambah aset tinggalan arkeologi di Kabupaten Lumajang. Berdasarkan data dari BPCB Trowulan sebaran tinggalan arkeologi di Kabupaten Lumajang sejumlah 96 buah yang tersebar 9 kecamatan.

 

Temuan dan keberadaan Situs Candi Kedungsari mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan di wilayah Kabupaten Lumajang sehingga dipandang perlu dilaksanakan kegiatan:

a.        Penelitian

  • Melakukan penelitian lanjutan dengan sasaran perolehan data kronologi absolut (pertanggalan) berupa carbon dating; tangga atau pintu masuk candi;  luasan Situs Candi Kedungsari; dan melacak komponen-komponen bangunan yang lain seperti pagar keliling.
  •  Melakukan survei arkeologi dan survei lingkungan fisik di Situs Candi Kedungsari dan sekitarnya.

b.        Pelestarian

·  Perlu pemagaran dan pengatapan untuk keamanan dan menghindari kerusakan temuan seluas 100 m2 di sekitar Situs Candi Kedungsari.

·         Melakukan pemeliharaan Situs Candi Kedungsari


  • Perlu memberikan kompensasi kepada pemilik lahan dengan cara sewa minimal 5 tahun untuk kepentingan kegiatan penelitian lanjutan (research excavtion) maupun eskavasi penyelamatan (rescue excavation)
  • Perlu mengangkat juru pelihara yang mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan perawatan situs; serta juru pengaman situs yang mempunyai tugas menjaga  keamanan dan pengamanan situs. Keberadaan juru pelihara dan juru pengaman ini perlu koordinasi antara dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lumajang dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan. ( Herry P )

 


Berita Lainnya
Arkeologi & Publik
Rabu, 08/05/2013 10:48
Pulau Jawa merupakan salah satu pulau yang paling padat penduduknya di Kepulauan Nusantara. Dari sudut pandang genetik dan linguisik, pada saat ini mayoritas penduduk Pulau Jawa adalah masyarakat dengan ciri genetik Mongoloid ...
Arkeologi & Publik
Senin, 06/05/2013 08:34
Majapahit, sebagai salah satu kerajaan besar pada masa lampau telah banyak mengilhami kehidupan kita pada masa kini. Usaha-usaha untuk mengungkapkan kebesaran kerajaan tersebut telah dimulai sejak Letnan Jenderal Raffles menguasai Pulau Jawa dan daerah se ...
Arkeologi & Publik
Jumat, 03/05/2013 08:34
Putri Novita Taniardi Balai Arkeologi Yogyakarta putri.taniardi@gmail.com Abstrak Hingga saat ini penyebaran informasi hasil penelitian arkeologi masih terjadi dalam lingkup yang terbatas. Sementara itu, pemikiran tentang urgensi peningkatan pemah ...
Penelitian
Kamis, 02/05/2013 08:45
The first Neolithic dwelling settlement discovered in Java is Kendenglembu Site, reported by W. van Wijland and J. Bruumun in 1936. H.R. van Heekeren started systematic excavation in 1941. ...
Kantor
Rabu, 01/05/2013 08:50
Artikel kali ini tidak membahas mengenai dunia dan ilmu ke-arkeologian, namun lebih ke dunia IT artikel ini sengaja diposting karena beberapa pertanyaan mengenai web yang tidak bisa diakses ...
Arkeologi & Publik
Rabu, 01/05/2013 08:43
The pictures indicated as an art began their human invasion of the symbolic world, just started around 100.000 BP and more intensively since 30.000 years. ...
Arkeologi & Publik
Rabu, 24/04/2013 14:18
When the Austronesian language speakers come in the Indonesian archipelago, this region has been inhabited by non-Austronesian communities ...
Arkeologi & Publik
Rabu, 17/04/2013 08:57
Pulau Jawa merupakan salah satu pulau yang paling padat penduduknya di Kepulauan Nusantara. Dari sudut pandang genetik dan linguisik, pada saat ini mayoritas penduduk Pulau Jawa adalah masyarakat dengan ciri genetik Mongoloid serta menuturkan bahasa yang ...
Arkeologi & Publik
Senin, 15/04/2013 09:16
The question about the origins of Polynesians people has been the subject of hot debate. There are two principal hypotheses concerning Polynesian ancestry, there are called as “Express Train” (Asia origin) and “Entangled Bank” (Melanesia origin). ...
Arkeologi & Publik
Kamis, 04/04/2013 08:41
Noerwidi_MorfologiSK5 Spesimen Song Keplek 5 (SK5) ditemukan pada tahun 1998 di situs Song Keplek, terletak di kawasan karst Gunung Sewu (Pegunungan Selatan), Jawa Timur. SK5 adalah rangka dari sebuah penguburan yang berumur c. 3053 ± 65 calBP (AA96775 ...
Arkeologi & Publik
Senin, 01/04/2013 08:28
Pada tanggal 14 Maret Balai Arkeologi melakukan peninjauan ke Desa Danupayan dan Desa Wonoboyo. Peninjauan ini dilakukan atas laporan tertulis dari Disbudparpora Kabupaten Temanggung tentang adanya temuan singkapan struktur batu dan temuan batu di kedu ...
Arkeologi & Publik
Jumat, 22/03/2013 14:40
Majapahit, sebagai salah satu kerajaan besar pada masa lampau telah banyak mengilhami kehidupan kita pada masa kini. Usaha-usaha untuk mengungkapkan kebesaran kerajaan tersebut telah dimulai sejak Letnan Jenderal Raffles menguasai Pulau Jawa dan daerah se ...
Arkeologi & Publik
Senin, 11/03/2013 08:49
Kalimantan atau biasa disebut juga Borneo adalah pulau terbesar ketiga di dunia, setelah Greenland dan Papua. ...
Arkeologi & Publik
Kamis, 28/02/2013 09:01
Penelitian tentang asal usul manusia di Indonesia telah dimulai sejak Eugene Dubois menemukan fosil atap tengkorak dan tulang paha kiri Pithecantropus erectus (Homo erectus erectus) pada pada endapan vulkanik jajaran Pegunungan Kendeng di Trinil tahun 189 ...
Arkeologi & Publik
Kamis, 28/02/2013 09:01
Svarnadwipa dan Yavadwipa adalah nama-nama kuna untuk menyebut dua buah pulau di Nusantara atau Indonesia. Kedua pulau itu sekarang dikenal sebagai Pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Svarna berarti emas, Svarnadwipa berarti pulau emas. Pulau Sumatra disebut se ...
Arkeologi & Publik
Selasa, 26/02/2013 09:18
...
Pelatihan
Rabu, 19/12/2012 11:29
Pada tangal 10 November - 14 November 2012 Pusat Arkeologi Nasional mengadakana pelatihan database pemetaan yang bertempat di Hoter Cipayung Asri, Bogor. ...
Kantor
Senin, 08/10/2012 14:30
...
Kantor
Senin, 13/08/2012 09:56
Instansi : Balai Arkeologi Yogyakarta
Nama Paket Pekerjaan : Pekerjaan Tahap II Rehabilitasi Rumah Dinas Balai Arkeologi Yogyakarta
Nilai Total HPS : Rp. 302.277.000,00
(Tiga Ratus Dua Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Tujuh Ribu Rupiah ...
Kantor
Selasa, 31/07/2012 10:08
BAB II. PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM
DENGAN PASCAKUALIFIKASI

PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI
Nomor : 673/ 103/ balar/ KPK/VII/2012 ...
prev |  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10 | next
LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Menurut anda apakah situs - situs kuno diberbagai daerah di seluruh Indonesia sudah ditanggani dengan baik ?