Indonesia | English
Search :
Publikasi

Customer Support
 


Wednesday,1-October-2014
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Agenda Rutin
Jumat: Apel & Senam Pagi
Jumat setelah senam: Futsal dan Pingpong
Kamis Minggu ke-2 & 4: Latihan Arkeologi Bawah Air
Home >>

Detail Publikasi

Menguak Dunia Penelitian Arkeologi

MENGUAK DUNIA PENELITIAN ARKEOLOGI

Menggali Jatidiri Demi Negeri

 

Sugeng Riyanto

Balai Arkeologi Yogyakarta

 

 1. PERENUNGAN

·         Apa sebutan bagi orang yang tidak mengenali jatidirinya?

·         Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai masa lalunya

·         Masa kini berakar pada masa lalu, dan masa depan harus dipersiapkan di masa kini

·         Ada saat kita harus MALU ketika harus bercermin pada KEJAYAAN MASA LALU

·         Berguru kepada pengalaman BANGSA SENDIRI jauh lebih terhormat dibandingkan didikte oleh bangsa asing

·         Jangan biarkan generasi yang akan datang belajar pengalaman bangsa sendiri dari orang dan buku-buku asing

2. APA ITU ARKEOLOGI ?

Banyak definisi arkeologi, namun ada beberapa kata kunci yang kurang lebih sama, yaitu: MANUSIA, MASA LALU, dan TINGGALAN. Oleh karena itu, secara umum, arkeologi diartikan sebagai sebuah ilmu yang mempelajari budaya dan kehidupan manusia masa lalu melalui benda-benda dan sisa-sisa aktivitas yang ditinggalkan.

Manusia tentu hidup pada lingkungan tertentu dan berinteraksi dengan lingkungan tersebut. Lingkungan itu dapat berupa LINGKUNGAN ALAM maupun LINGKUNGAN SOSIAL. Interaksi tersebut menciptakan kerangka adaptasi sehingga dapat berlangsung berkesinambungan dengan didukung oleh kecerdasan manusia berupa sistem-sistem, yaitu: teknologi, bahasa, kesenian, mata pencaharian, religi, organisasi sosial, dan pengetahuan. Unsur-unsur tadi terwujud baik berupa benda, aktivitas (perilaku), dan norma (tatanan atau nilai).

Seluk-beluk budaya masa lalu manusia beserta lingkungannya itulah yang menjadi sasaran penelitian arkeologi.

3. MENGAPA ARKEOLOGI ?

Jika ilmu sejarah mempelajari peristiwa-peristiwa di masa lalau melalui sumber-sumber tertulis, bagaimana dengan peri kehidupan masa lalu yang tidak tertulis? Arkeologi adalah jawabannya. Sisa-sisa kehidupan dan aktivitas berupa benda-benda dipelajari untuk mengetahui paling tidak 3 hal utama, yaitu untuk mengetahui:

1. rekonstruksi cara hidup

2. sejarah budaya yang pernah berlangsung

3. proses perubahan budaya

4. DATA APA YANG DIGUNAKAN ARKEOLOG ?

Untuk mendapatkan gambaran mengenai ketiga hal tersebut, digunakan data tinggalan manusia masa lalu berupa:

1.     Artefak: semua benda yang telah diubah sebagian atau seluruh bagiannya untuk kepentingan manusia. Contoh artefak: kapak batu, arca dewa, naskah

2.       Ekofak: semua benda yang tidak pernah diubah oleh manusia, tetapi menjadi bagian dari kehidupan manusia. Contoh ekofak: fosil tulang gajah purba, tulang sisa makanan, jaringan sungai

3.      Fitur: gejala atau pertanda sisa aktivitas manusia meskipun tidak dapat dipindahkan kecuali harus membongkar dudukan atau “matriks”-nya. Contoh fitur: lubang sampah, candi, gereja

Begitu rumit sebenarnya yang harus dijelaskan oleh arkeolog, yaitu serumit aspek-aspek dan kisi-kisi KEHIDUPAN MANUSIA masa lalu. Oleh karena itu, arkeologi adalah ilmu yang tidak dapat bekerja sendirian sehingga membutuhkan disiplin ilmu yang lain, seperti: SEJARAH, GEOGRAFI, GEOLOGI, BIOLOGI, KIMIA, ARSITEKTUR, ANTROPOLOGI, FILOLOGI, dst.

Beberapa data terlalu sulit dijelaskan, bahkan oleh ilmu bantu manapun. Untuk itu, dikenal STUDI ETNOARKEOLOGI, yaitu dengan menggunakan ANALOGI berdasarkan gambaran ETNOGRAFI. Aspek kehidupan sekarang dianalogikan dengan aspek kehidupan masa lalu.

5. MASA LALU MANA YANG DIPELAJARI ?

Pada prinsipnya, rentang waktu yang dipelajari ilmu arkeologi meliputi sejak hadirnya manusia di bumi hingga 50 tahun yang lalu. Demikian panjang rentang waktu itu sehingga di Indonesia dikenal pembabakan atau periodisasi yang meliputi:

1.      MASA PRASEJARAH: dimulai sekitar 1 juta tahun yang lalu, contoh data: kapak batu, fosil tulang gajah, lubang sampah

2.      MASA KLASIK (Hindu / Buddha): dimulai ketika budaya India masuk ke Nusantara, contoh: arca dewa, tulang sisa makanan, candi

3.      MASA ISLAM / KOLONIAL: dimulai ketika agama dan budaya Islam masuk ke Nusantara, termasuk saat BUDAYA EROPA juga tiba di Nusantara, contoh: naskah, jaringan sungai, gereja

6. BAGAIMANA ARKEOLOG BEKERJA ?

Sebenarnya, proses penelitian arkeologi cukup rumit sehingga memerlukan ketekunan dan determinan ekstra, bahkan waktu, tenaga, dan dana yang tidak sedikit. Secara garis besar, proses penelitian arkeologi meliputi 3 hal pokok, yaitu:

1.      EKSPLORASI: penjaringan data sesuai dengan tujuan penelitian, permasalahan yang diajukan, dan gambaran awal data atau lokasi penelitian (situs). Eksplorasi arkeologi melalui dua kegiatan utama, yaitu SURVEI dan EKSKAVASI.

2.      DESKRIPSI: mengolah data, mulai dari manajemen temuan (artefak – ekofak), manajemen dokuen (catatan harian, foto, gambar, peta, video), memaparkan data, menganalisis data

3.      EKSPLANASI: memberikan penjelasan atas hasil penelitian sesuai dengan tujuan dan permasalahan yang diajukan

Tiga hal pokok tadi, pada kenyataannya belum selesai, dan dilanjutkan dengan 3 kegiatan lainnya sehingga jika disusun dalam skema akan berbentuk LINGKARAN proses penelitian arkeologi, yaitu:

(4) Penjelasan hasil penelitian tersebut selanjutnya secara khusus diolah dalam kemasan publikasi agar dapat diketahui, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

(5) Evaluasi hasil penelitian berdasarkan proses yang telah dilakukan dan juga MASUKAN dan INFORMASI DARI MASYARAKAT

(6) Hasil evaluasi dijadikan dasar untuk menyusun permasalahan dan tujuan penelitian baru atau penelitian lanjutan.

(7) EKSPLORASI – DESKRIPSI – EKSPLANASI … dst. Hingga berbentuk LINGKARAN penelitian arkeologi.

7. APA YANG DIHASILKAN ARKEOLOGI ?

Arkeologi bukanlah ilmu yang dapat menghasilkan benda-benda yang secara langsung dapat dimanfaatkan oleh kita. Arkeologi juga bukan ilmu yang langsung dapat menghasilkan keuntungan finansial. Arkeologi 100 % berdeda dengan PABRIK TV atau PUSAT BISNIS.

Penelitian arkeologi pada prinsipnya menghasilkan INFORMASI DAN PENGETAHUAN TENTANG MASA LALU baik berupa aktivitas keseharian, sejarah budaya, bahkan proses perubahan budaya.

8. APA MANFAAT PENELITIAN ARKEOLOGI ?

Pengetahuan tentang masa lalu secara sangat mendasar merupakan SETENGAH DARI KESEJAHTERAAN yang dapat diterima masyarakat karena merupakan KESEJAHTERAAN ROHANI. Setengahnya lagi adalah kesejahteraan JASMANI.

Meskipun kesejahteraan rohani bukan semata-mata sumbangan arkeologi, namun PENGTAHUAN TENTANG MASA LALU dapat menjadi cermin tentang apa yang terjadi saat ini, dan juga dapat menjadi bekal untuk MENYONGSONG HARI DEPAN NEGERI.

Secara lebih nyata, hasil penelitian arkeologi dapat dimanfaatkan paling sedikit dalam 3 hal, yaitu:

1.      IDEOLOGIK: pendidikan (formal dan non formal), pembangunan karakter dan jatidiri, dsb

2.      AKADEMIK: menjadi acuan bagi penelitian dan pengembangan oleh arkeologi sendiri atau disiplin ilmu terkait

3.      EKONOMIK: mendukung pengembangan sektor ekonomik, khususnya berkaitan dengan kegiatan kepariwisataan

9. APA YANG DIPERLUKAN ARKEOLOGI SAAT INI ?

Pada dasarnya, penelitian arkeologi selalu mengikuti perkembangan yang terjadi, baik perkembangan teknologi, perkembangan ilmu, bahkan perkembangan politis.

Perkembanga teknologi antara lain dimanfaatkannya kemajuan teknologi laboratoris, komputer, GIS, dokumen digital, dsb. Perkembangan ilmu antara lain pemanfaatan kemajuan ilmu BIOLOGI, GEOLOGI, dan KIMIA dalam mendukung penjelasan hasil penelitian arkeologi. Perkembangan politis antara lain dengan penyesuaian orientasi penelitian arkeologi hingga dapat disinkronkan dengan denyut pembangunan di daerah atau wilayah kerja setelah era OTONOMI DAERAH.

Oleh karena itu, dukungan yang paling diperlukan oleh arkeologi adalah:

1.      Dukungan teknologi khususnya di bidang komputer, GIS, dokumen digital

2.    Dukungan ilmu-ilmu terkait (interdisiplin), khususnya berkaitan dengan teori-teori dan metodologi mutakhir

3.    Dukungan politik, khususnya berkaitan dengan pemahaman atas manfaat penelitian arkeologi, baik untuk mendukung sektor pendidikan, sektor akademik, maupun sektor ekonomik.

4.    Dukungan masyarakat, khususnya berkaitan dengan pelestarian data arkeologi dan apresiasi terhadap benda cagar budaya (BCB)

Dalam hal ini kerja sama yang lebih terbuka dan sinergis menjadi kerangka yang sangat ideal, dengan kerangka yang lebih besar, yaitu: MENGGALI JATIDIRI UNTUK NEGERI

10. SIAPA YANG MENANGANI PENELITIAN ARKEOLOGI ?

Pengelolaan arkeologi dan purbakala berada di bawah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (sebelumnya di bawah DEPDIKBUD). Ada dua aspek umum yang dikelola, yaitu ASPEK PENELITIAN dan ASPEK PELESTARIAN.

Penelitian arkeologi secara khusus ditangani oleh PUSAT PENELITIAN DAN PEGEMBANGAN ARKEOLOGI NASIONAL (PUSLITBANG ARKENAS) di Jakarta yang memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebanyak 10 UPT di Indonesia, yaitu:

  1. Balai Arkeologi (Balar) Medan
  2. Balai Arkeologi Palembang
  3. Balai Arkeologi Bandung
  4. Balai Arkeologi Yogyakarta (wilayah kerja DIY, Jateng, Jatim)
  5. Balai Arkeologi Banjarmasin
  6. Balai Arkeologi Denpasar
  7. Balai Arkeologi Makassar
  8. Balai Arkeologi Manado
  9. Balai Arkeologi Ambon
  10. Balai Arkeologi Jayapura

Aspek pelestarian data arkeologi diampu oleh DIREKTORAT PURBAKALA yang memiliki beberapa UPT di daerah yaitu BALAI PELESTARIAN PENINGGALAN PURBAKALA (BP3), antara lain BP3 Aceh, Sumbar, Jambi, Banten, Jateng, DIY, Jatim, Bali, dan Makassar. Tahun 2008 BP3 juga berdiri di Samarinda dan Ternate.

 

Salam damai untuk senyum Ibu Pertiwi

 

LAYANAN KAMI

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA selain melayani masyarakat di bidang informasi dan pengetahuan kearkeologian berupa publikasi seperti penerbitan, penyuluhan, pameran, film dan multimedia, juga melayani dalam bidang: 1. konsultasi tentang BCB (benda dan banggunan) 2. pelaksana penelitian arkeologi 3. studi kelayakan arkeologis 4. pendokumentasian dan penyuntingan film pengetahuan arkeologi 5. hal-hal lain yang berkaitan dengan kearkeologian .....

POLLING
Menurut anda apakah situs - situs kuno diberbagai daerah di seluruh Indonesia sudah ditanggani dengan baik ?