ARCHAEOLOGY FOR VISIT INDONESIA PROGRAMME
ARCHAEOLOGY FOR VISIT INDONESIA PROGRAMME
Sugeng Riyanto / arkeologijawa.com
Serba Klise
Pertanyaan klasik berkenaan dengan kedudukan dan peranan penelitian arkeologi dalam dinamika pembangunan nasional tidak pernah lepas dari kata kunci “apa manfaatnya ?” Secara teoritik – barangkali klise juga – penelitian arkeologi dapat diarahkan untuk tiga kepentingan, yaitu pengembangan ilmu pengetahuan, mendukung dunia pendidikan, dan bahkan untuk kepentingan ekonomik.
Enjoy The Exotic Past
Pariwisata sebagai bagian dari kepentingan ekonomik penelitian arkeologi mungkin paling banyak dibahas, dan mudah-mudahan kepentingan ilmu dan pendidikan tidak terpinggirkan. Selain karena tidak setiap hasil penelitian arkeologi dapat “diekonomikan”, pada prinsipnya wujud buah kerja arkeolog adalah informasi dan pengetahuan tentang seluk beluk masa lalu. Borobudur dan Prambanan hanyalah contoh objek wisata berbasis data arkeologi. Pertanyaannya adalah: adakah data kunjungan yang menggambarkan perimbangan persentase pengunjung berkategori riset, pengunjung berkategori belajar seluk beluk objek, dan pengunjung berkategori “lihat-foto-pulang” ?
Informasi dan pengetahuan sebagai buah kerja arkeolog dalam banyak hal merupakan kunci untuk memberi nilai lebih atas objek sehingga pengunjung tidak sekedar menyaksikan onggokan batu, tetapi ada “jiwa” di dalamnya. Masa lalu negeri yang panjang tercermin pula pada tinggalan yang melimpah dan beragam dalam wujud objek-objek yang sesungguhnya eksotis. Dengan dukungan informasi dan pengetahuan, maka akan banyak orang yang dapat menikmati eksotika masa lalu Indonesia, dan selanjutnya: VISIT INDONESIA, ENJOY THE EXOTIC PAST.



